Tampilkan postingan dengan label syetan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label syetan. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 April 2013

IBLIS ITU BERNAMA "HOMOSEKSUAL" ( part 3 )




image

Perkawinan Sejenis, Bencana Kemanusiaan yang Dilaknat
Dalam berita dunia yang dipublikasikan oleh www.bbcindonesia.com edisi 01 Desember 2005 diberitakan bahwa peradilan tertinggi Afrika Selatan telah mensahkan undang-undang perkawinan sesama jenis yang sebelumnya dilarang berdasar undang undang yang sekarang.

Pengadilan juga memutuskan untuk mengubah definisi perkawinan dari ikatan antara seorang laki-laki dan perempuan menjadi ikatan antara dua manusia. Alasannya adalah undang undang yang ada sekarang ini mendiskriminasi pasangan homoseksual setelah sepasang lesbian mengajukan banding atas kasus perkawinan mereka. Sebelumnya Mahkamah Agung Afrika Selatan memutuskan bahwa pasangan lesbian Marie Fourie dan Cecilia Bonthuys seharusnya diijinkan menikah, setelah sebelumnya ditolak untuk melakukan pernikahan di gereja oleh Departemen Dalam Negeri. Perlu diketahui bahwa konstitusi Afrika Selatan yang disahkan tahun 1996 merupakan yang pertama di dunia yang secara khusus menghapus diskriminasi pilihan kecenderungan seksual seseorang. Ini dilakukan untuk menjaga HAM walaupun kalangan 'konservatif' di Afrika Selatan menolak

Hal yang menarik untuk dikritisi tentunya selain fakta tentang 'penyimpangan'(baca : homoseksual dan lesbianisme) itu sendiri adalah adanya anggapan bahwa legalisasi perkawinan sesama jenis adalah bagian dari hak asasi manusia yang patut dihormati oleh setiap orang dan ada anggapan bahwa orang yang menolak legalisasi ini adalah konservatif (baca:ketinggalan jaman). Tulisan ini mencoba untuk mendudukan persoalan secara proporsional, jernih dan nyar'i.


Fakta bukan alasan


Kalau kita telusuri sejarah, maka kita akan menemukan bahwa fakta 'perkawinan' sesama jenis pernah terjadi pada masa nabi Luth a.s. yakni kelainan yang ada di tengah-tengah kaum Sodum (asal muasal dari kata sodomi). Mereka lebih menyukai sesama jenis dalam hal kecenderungan biologis daripada lawan jenisnya. Saking bejatnya ketika Allah swt mengutus kepada mereka seorang Rasul yang bermaksud memperbaiki kondisi rusak ini seperti nabi Luth dianggap sebagai orang yang sok suci dan mereka menantangnya untuk mendatangkan adzab dari sang Maha Pencipta. Kemudian Allah SWT menurunkan azabnya berupa goncangan bumi dan hujan batu-batuan. Akhirnya mereka semuanya mati kecuali pengikut setia ajaran nabi Luth. Fakta penyimpangan seperti ini belum pernah ada sepanjang jaman sebelum masa nabi Luth, sebagaimana yang tersurat dalam Al-Qur'an : "Dan Luth ketika ia berkata kepada kaumnya sungguh kalian benar-benar telah mendatangkan kekejian yang tidak ada serbelum kalian satu kaum pun yang melakukannya di alam ini" (Al-Qashash :28). Fakta penyimpangan ini telah terhapuskan dimuka bumi pada zaman nabi Luth a.s. sungguh aneh kalau kemudian ini terjadi pada masa kini yang katanya jaman 'modern'(sok modern).

Alasan bahwa penyimpangan seksual (homoseksual dan lesbian) ini adalah sebuah fakta yang kita tidak bisa menutup mata darinya dan dianggap sebagai 'kodrat alam' yang diciptakan oleh sang Maha Pencipta sehingga tidak mungkin dihapuskan keberadaanya tidak dapat diterima. Saya katakan, kalau ini memang suatu bawaan (qadha) dari Allah yang ada sejak lahir (fitrah) kenapa Allah justru mengazab kaum nabi Luth atau dalam dalam Islam misalnya pelakunya dihukum mati? Jadi kita dapat katakan bahwa ini bukan lah hal yang fitri (qadha), masalahnya kemudian adalah kenapa kelainan ini bisa terjadi? Kenapa tidak yang normal-normal saja?

Menurut penelitian psikiater (Prof.Dr.Dadang Hawari), munculnya penyimpangan seksual ini tidak terjadi secara alamiah begitu saja, tapi ini masalah psikologi (kejiwaan) yang terjadi karena lingkungan yang rusak. Seseorang yang melakukan penyimpangan ini, kemungkinannya ada dua, pertama seseorang mengalami kelainan ini karena trauma masa lalu, misalnya ia pernah jadi korban (maaf) sodomi sehingga ia ingin membalas dendam kepada orang lain atas apa yang terjadi padanya. Makanya seringkali kelainan seksual ini dianggap sebagai 'penyakit menular' dimana ketika seseorang menjadi korban biasanya ia berupaya untuk balas dendam dengan melakukan hal yang sama dan seterusnya. Kedua, kelainan seksual terjadi karena kebosanan terhadap lawan jenis atau karena ia hidup secara terus menerus dilingkungan lawan jenisnya. Penulis pernah mendengar pernyataan seorang selebriti (?) yang dimuat disebuah surat kabar bahwa kebosanan terhadap lawan jenis sering terjadi dikalangan artis khususnya peragawan dan peragawati. Ini dikarenakan terlalu intensifnya interaksi diantara mereka sehingga terjadi kebosanan. Misalnya, pada saat ada even peragaan (baik latihan ataupun bukan) dan mereka harus berganti busana dalam waktu yang singkat karena kejar waktu, mereka lakukan hal ini walaupun harus 'telanjang' dihadapan lawan jenisnya. Karena intensitasnya sering, mereka menjadi bosan dengan pemandangan ini dan mencari 'sensasi' baru dengan melepaskan kecenderungan biologisnya kepada sesama jenis yang mengalami hal serupa (naudzubillah).

Demikian juga ketika seorang hidup di lingkungan lawan jenisnya secara terus menerus bisa menjadikan seseorang tersebut mempunyai kelainan ini. Misalnya dil ingkungan keluarga, ketika anak laki-laki dalam proses pengasuhan dan pembinaannya dicampur dengan anak perempuan maka kecenderungannya adalah akan terjadi masalah, bisa jadi anak laki-laki berprilaku kewanita-wanitaan atau anak perempuan yang ke laki-lakian. Demikian juga pendidikan yang salah di keluarga memberi kontribusi akan hal ini, misalnya ketika sang ayah menginginkan anaknya berjenis kelamin laki-laki sementara anaknya yang dilahirkan istrinya berjenis kelamin perempuan maka bisanya ia mendidik anaknya ala mendidik anak laki-laki sehingga anaknya menjadi tomboy. Dengan demikian dapat kita pahami bahwa terjadinya kelainan ini adalah bukan terjadi secara alami, akan tetapi akibat dari pengaruh lingkungan dan pendidikan. Peran media pun sangat berperan besar dalam melestarikan fakta ini seperti tayangan-tayangan yang menampilkan (baca : membela) eksistensi komunitas yang melakukan penyimpangan ini. Mulai dari bumbu-bumbu lawakan sampai penayangan kontes Miss Waria misalnya, ini memberi pengaruh terhadap masyarakat seakaan-akan mereka harus menerima fakta ini sebagai suatu yang lumrah dan harus dijaga. Bahkan masih ada dalam ingatan kita bagaimana pada saat kita melakukan ibadah sunnah Sahur (pada bulan Ramadhan kemarin), kita disajikan oleh beberapa media elektronik menu lawakan yang menampilkan komunitas ini atau yang menyerupai. Padahal aktivitas menyerupai ini perbuatan yang dilaknat oleh Allah SWT.

Mengutip kata orang bijak 'ala bisa karena bisa', maka bisa jadi masyarakat yang tadinya menolak eksistensi komunitas ini akhirnya menerima, sebagaimana dahulu yang namanya pacaran dan gaul bebas adalah hal yang tabu di masyarakat tapi karena masyarakat terus menerus 'digempur' oleh tayangan-tayangan media yang menampilkan sosok-sosok yang dianggap manusia modern adalah mereka yang melakukan pacaran dan gaul bebas, akhirnya mereka terbiasa oleh hal ini bahkan mendorong anaknya untuk pacaran dan bergaul bebas supaya menjadi 'manusia modern' atau karena kekhawatiran anaknya tidak dapat jodoh kalau anaknya tidak melakukan hal ini (yang sebenarnya ini tanggung jawab mereka). Demikian juga bila masyarakat terus digempur oleh tayangan-tayangan tentang komunitas yang melakukan homoseksual atau lesbianisme maka akhirnya masyarakat pun akan terbiasa akan hal ini yang pada akhirnya mereka menerima (dipaksa menerima). Demikian juga peran Negara dalam hal ini sangat penting. Sebut saja misalnya bulan-bulan kemarin kemarin kita mendengar bahwa ada cara kontes miss Waria di jantung ibukota Jakarta, tanpa izin dari pemerintah tentu hal ini tidak akan dilaksanakan, bukan hal yang mustahil kalau kemudian pemerintah pun melegalkan perkawinana sesama jenis seperti halnya yang terjadi di Afrika Selatan (naudzubillahi mindzalik).

Kalau ini masalahnya, maka yang harus dilakukan adalah mewujudkan lingkungan pergaulan yang sehat baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat secara umum serta peran negara yang optimal dan tegas dalam menyehatkan lingkungan masyarakat. Untuk mewujudkan lingkungan yang sehat ini dalam pendidikan Islam misalnya, tempat tidur anak laki-laki dan anak perempuan harus dipisah sejak usia 7 tahun, demikian juga terpisahnya jama'ah laki-laki dan perempuan dalam kehidupan umum (infishol) kecuali ada keperluan yang dibolehkan oleh syari'at mereka boleh berinteraksi. Selain itu Islam sangat tegas terhadap kelainan seksual ini, misalnya memberi hukuman mati atas pelakunya dan ini tentunya dilakukan oleh Negara (al-maliki, 2002 : 54). Dengan demikian dalam lingkungan yang Islami fakta homoseksual dan sejenisnya ini tidak akan ditolelir apalagi dilindungi. Adapun tentang istilah 'khunsa' yang terdapat dalam sebuah riwayat bahwa Ali r.a pernah ditanya tentang hal ini. Apakah diperlakukan sebagai laki-laki atau perempuan, Ali r.a. menjawab : "lihat saja tempat keluar air kencingnya". Hal ini tidak identik dengan istilah banci atau waria (sebagaimana yang dikenal saat ini). Istilah 'khunsa' ini menunjukkan seseorang yang mempunyai dua alat kelamin secara fisik.

Dengan demikian fakta kelainan ini ini bisa dirubah masalahnya adalah apakah masyarakat mau atau tidak, disamping sistem kehidupan yang diberlakukan di tengah-tengah mereka mendukung atau tidak atas eksistensinya atau justru malah melestarikan (masya Allah).


Lagi lagi Hak Asasi Manusia (HAM)


Alasan lain supaya kita menerima (dipaksa menerima) fakta ini adalah karena ini bagian dari Hak Asasi Manusia yang harus dilindungi. Pertanyaannya adalah betulkah melindungi komunitas homoseksual (gay) atau lesbianisme (lesbian) adalah bagian dari melindungi HAM?

Kalau HAM diartikan sebagai pemenuhan hak-hak dasar manusia untuk memenuhi kebutuhannya sebagaimana yang sering dikemukakan oleh pembela HAM, maka bukankah manusia mempunyai hak dasar untuk melanjutkan keturunan sebagai manipestasi dari nalurinya (gharizatul nau')? kalau kemudian homoseksual dan lesbianisme ini dibiarkan justru bukankah ini merupakan bencana kemanusiaan yang menyebabkan terputusnya keturunan? karena mana ada dari pergaulan homoseksual atau lesbianisme ini yang menghasilkan keturunan. Jauh panggang daripada api begitu kata orang bijak.

Sungguh ide HAM adalah ide rusak yang berasal dari asas yang sesat dan menyesatkan yakni sekularisme yang juga merupakan landasan dari ideologi kapitalisme. Menurut kapitalisme pada dasarnya tabiat manusia adalah baik, tidak jahat. Kejahatan muncul ketika manusia dikekang kehendaknya. Wajar kemudia kaum kapitalis menyerukan upaya pembebasan kehendak manusia agar ia mampu menunjukkan tabiat baiknya yang asli, dari sini kemudian muncul ide kebebebasan termasuk salah satunya kebebasan prilaku individu (Zallum, 2001 : 26). Demikian juga kapitalisme memandang bahwa hubungan antara individu dan masyarakat adalah hubungan kontradiktif sehingga harus ada perlindungan individu dari dominasi masyarakat sebagaimana harus ada jaminan dan pemeliharaan terhadap sejumlah kebebasan individual. Dengan demikian ketika ada kepentingan individu seperti munculnya komunitas gay dan lesbian ini harus dilindugi dari dominasi dan opini umum masyarakat yang memarginalisasikan individu-individu yang ada didalamnya. Begitu pula peran negara adalah menjaga kebebasan komunitas ini. Ini didasarkan pula kepada pandangan bahwa masyarakat adalah kumpulan dari individu-indivu dimana ketika kebutuhan individu-individu tersebut secara otomatis kebutuhan masyarakat terpenuhi.

Pandangan-pandangan tentang HAM diatas merupakan setumpuk pandangan yang salah dan tidak ada faktanya. Sebab tabiat manusia bukanlah baik seperti yang dikatakan orang kapitalis dan bukan pula jahat sebagaimana pandangan gereja yang berasal dari filsafat-filsafat kuno yang didasarkan kepada warisan dosa Adam. Pandangan yang benar adalah bahwa tabiat manusia pada dasarnya mempunyai potensi untuk menerima kebaikan dan kejahatan sekaligus. Dalam diri manusia terdapat potensi seperti naluri-naluri dan kebutuhan jasmani yang menuntut pemenuhan. Demikian juga manusia dianugerahi akal oleh sang Maha Pencipta dimana dengannya manusia dapat memilih langkah dengan cara apa ia memenuhi tuntutan naluri dan kebutuhan jasmaninya. Bila ia memenuhinya dengan cara yang benar maka ia telah melakukan kebaikan sebaliknya bila ia memenuhinya dengan cara yang salah maka ia telah melakukan keburukan. Pandangan ini sudah dijelaskan oleh Islam, dalam surat al-Balad ayat 10 Allah berfirman, yang artinya :
"Kami telah menunjukkan kepadanya (manusia) dua jalan (baik dan buruk).
Demikian juga hubungan dalam masyarakat pada dasarnya hubungan saling terkait bukan kontradiktif sebagaimana yang dikatakan kapitalis kapitalis. Hubungan terkait tersebut ibarat tangan dengan badan. Tangan tidak bermanfaat tanpa tubuh, demikian juga tubuh kurang sempurna tanpa tangan. Masyarakat sendiri adalah kumpulan individu-individu yang melakukan interaksi secara terus menerus, dimana interaksi ini terjadi ketika ada kesatuan pemikiran, perasaan, dan aturan. Peran nagara disini adalah bagaimana menjaga hak-hak individu dan juga hak-hak masyarakat dengan perturan yang ia tetapkan sehingga terjadi keharmonisan ditengah masyarakat. Kasus di Afrika Selatan misalnya, bisa jadi kepentingan kaum gay atau lesbian terpenuhi, tapi bagaimana dengan kepentingan masyarakat luas yang menginginkan supaya komunitas ini justru tidak ada, karena secara manusiawi hal ini tidak dapat diterima. Inilah kontradiktifnya pemikiran kapitalis yang melahirkan ide HAM.


Meluruskan makna konservatif


Demikian juga tuduhan terhadap kalangan yang menolak penyimpangan ini dengan sebutan konservatif, sesungguhnya merupakan tuduhan yang tendensius. Kalau kita kaji lebih mendalam makna konservatif adalah menjalani hidup sesuai dengan reaksi naluri serta membuat aturan-aturan dan pemecahan atas dasar panggilan naluri. Orang-orang yang memberikan kebebasan pada nalurinya atau menjadikan kebebasan sebagai undang-undang dasar yang menjadi sumber penggalian seluruh undang-undang yang mengatur kehidupan pada dasarnya adalah orang orang konservatif, sebab mereka telah mengatur hidup mereka hanya berdasarkan panggilan naluri semata, dan memberikan kedaulatan sepenuhnya pada naluri sebagai pengatur dalam kehidupan mereka. Kebahagiaan mereka juga diukur dengan sejauh mana mereka bisa menikmati kenikmatan-kenikmatan jasadian mereka atau memenuhi kebutuhan-kebutuhan naluriah mereka. Inilah makna sebenarnya dari kata konservatif. (Hawari, 2003 : 87-88). Sementara itu istilah konservatif yang mereka beri makna kembali pada aturan-aturan lama untuk kehidupan mendatang sebenarnya mereka gunakan untuk menikam Islam dan kaum muslimin serta siapa saja yang menolak peradaban Barat agar mereka menengok kembali ke masa primitive yakni masa sebelum Islam, sekaligus menyaksikan kehidupan manusia pada saat itu, bagaimana mereka mengatur kehidupannya? Sesungguhnya seseorang yang hidup pada masa sebelum Islam berusaha memenuhi kebutuhan-kebutuhan naluriahnya sebanyak mungkin, tanpa ada batasan ataupun penghormatan pada aturan. Dengan kata lain, mereka mengumbar kebebasan mutlak sebagaimana yang diserukan oleh 'manusia-manusia modern'. Dengan demikian, manusia modern saat ini yang menyerukan kebebasan untuk berekspresi dan berprilaku, kebebasan untuk memiliki segala sesuatu, kebebasan untuk berpendapat, dan kebebasan untiuk beraqidah justru pada dasarnya telah kembali ke masa primitive; masa ketika manusia mempertahankan naluri-nalurinya sendiri.

Selanjutnya Islam datang mengatur manusia dan memerintahkannya untuk beribadah kepada Allah SWT. Islam telah menjadikan seluruh perbuatan manusia terikat dengan perintah dan larangan-Nya. Islam telah mengatur kehidupan mereka dengan aturan-aturan, hukum-hukum, dan undang-undang yang telah disyari'atkan kepada mereka. Islam telah menggariskan sejumlah langkah ke depan, sekaligus menyelamatkan manusia dari penyembahan dan ketertundukkan mereka pada naluri-naluri mereka sendiri. Demikianlah makna sesungguhnya dari istilah konservatif.


Khatimah


Mari kita renungkan firman Allah SWT
Artinya : "Kami telah menjadikan untuk isi neraka Jahanam, kebanyakan dari golongan jin dan manusia. Mereka mempunyai hati, namun tidak digunakan untuk berpikir. Mereka mempunyai mata, namn tidak digunakan untuk meliohat. Merksa mempunyai telinga, namun tidak digunakan untuk mendengar. Mereka itu seperti hewan bahkan lebih sesat lagi." (TQS. Al-A'raf:179)

Di dunia hewan saja kita tidak pernah mengenal pejantan menyukai pejantan lagi atau betina ke betina lagi. Tapi memang, lain manusia lain hewan, bahkan manusia lebih rusak lagi. Maha Benar Allah dengan segala firman-Nya.

Wallahu a'lam bish shawab.

Daftar Rujukan
- Al-Qur'an Al-Kariim
- Abdurrahman, Hafidz.1998. Islam: Politik dan Spiritual. Singapore : Penerbit Lisan Ul-Haq
- Al-Maliki, Abdurrahman. 2002. Sistem Sanksi Dalam Islam (terj). Bogor : Pustaka Thariqul 'Izzah.
- Hawari, Muhammad.2003. Politik Partai ; Meretas Jalan Baru Perjuangan Partai Politik Islam (terj). Bogor : Idea Pustaka.
- Zallum, Abdul Qadim. 2001. Serangan Amerika untuk Menghancurkan Islam (terj). Bogor : Pustaka Thariqul 'Izzah.

www.bbcindonesia.com

Asep Firman Y./Gema Pembebasan**
** Aktivis Gema Pembebasan, tinggal di Jatinangor, Sumedang





image - image

Dinegara Barat Perkawinan Sejenis Gay/Homosekasual sudah menjadi pemandangan sehari hari dan dilaksanakan di gereja gereja

image - image
Bahkan Lebih Nista dari itu - Para Bishop / Pendeta Kristiani juga Melakukan Perkawinan Sejenis - Naudzublillahi min Dzalik

Be Aware !!
Sjetan Sjetan Homoseksual
sedang mengintai keluarga anda


BACA
- IBLIS ITU BERNAMA "HOMOSEKSUAL" ( 1 )
- IBLIS ITU BERNAMA "HOMOSEKSUAL ( 2 )
- Jika benar Yesus adalah contoh terbaik untuk umat Kristian

Iblis Laknatullah itu bernama Homoseksual ( part 2 )


Baca : Iblis itu bernama Homoseks ( part 1 )
          Iblis itu bernama Homoseks ( part 3 )
imageimageNamanya Dede Oetomo, lahir di Pasuruan, 6 Desember 1953, Staf pengajar di FISIP Universitas Airlangga ini menyelesaikan studi doktornya dalam bidang linguistik di Cornell University. Penampilanya benar benar jantan, berbeda dengan Dorce penampilannya benar benar sudah wanita walaupun kadang kadang terlihat "agak berantakan sebagai wanita", namun tekadnya untuk menjadi wanita patut kita hargai.

Siapa yang tidak kenal dengan Dede Oetomo ? Berbeda dengan Dorce yang sudah wanita, dibalik kejantanannya ternyata pribadi kewanitaan Dede sangat menonjol, namun Dede tetap berpenampilan sebagai laki laki dan tidak mau merubah dirinya menjadi wanita, sehingga sepak terjangnya bisa mengecoh siapa saja. Dikalangan kaum Homoseksual Dede memiliki kesibukan dan pekerjaannya sangat "khusus" yakni sebagai aktivist Gay (kaum homoseks) dengan skala tingkat dunia.

Yang menarik untuk saya angkat dalam tulisan ini adalah bukan persamaannya karena mereka Dede Oetomo dan Dorce adalah sama sama dilahirkan sebagai pria, namun memiliki perbedaan yang sangat jauh bagai bumi dan langit terutama dalam menjalankan kehidupan sosial & agama mereka sehari hari.

Berbagai upaya jeng Dede lakukan agar perilaku "SAKIT" kelompok ini dapat diterima oleh masyarakat luas di Indonesia dengan kemasan istilah "Gay" alias "Homoseksual". Jeng Dede adalah salah satu pendiri dan aktivis Lambda Indonesia (1982), organisasi gay pertama di Indonesia, pendiri dan Ketua KKLGN (Kelompok Kerja Lesbian dan Gay Nusantara), juga Jeng Dede merintis publikasi Majalah GAYa NUSANTARA.
Bersama sama dengan saudara kembarnya yang juga "berperilaku SAKIT" kaum "LESBIAN", dede aktif dalam berbagai kegiatan mendoktrin masyarakat terhadap kelompok lesbian-gay. Dari hasil jeri payahnya Dede mendapat anugerah Felipe de Souza Award dari International Gay and Lesbian Human Rights Commision (IGLHRC), pada tahun 1998 dan Utopian Award

Gaya Nusantara Jl. Mulyasari Timur No.46, Surabaya-JAWA TIMUR-60112 Tel: 031-5934924, Fax: 031-5993569 e-mail: gayanusa@ilga.org - www.gayanusantara.org

APA BEDANYA DEDE vs DORCE?


Saya berlepas diri untuk tidak membicarakan masalah "perubahan statusnya yg menjadi wanita". Dorce ? di zaman yang edan sekarang ini di Indonesia, siapa yang tidak kenal dengannya ? politikus, selebritis, pemuka agama, dan bahkan kaum Dhuafa sangat mengenal sekali seorang bernama Dorce. Yang membuat banyak orang menjadi respect dengannya adalah dia gunakan status wanitanya sepenuhnya untuk mencari rezeki yang halal dan memanfaatkan penghasilannya untuk berperan serta memberdayakan kaum dhuafa.

Berbagai usaha Dorce lakukan agar dirinya dapat diterima oleh masyarakat dengan berbuat amal kebajikan secara konkrit yang pada sebagian wanita menganggap kemampuan Dorce sudah melebihi takaran dibanding para wanita yang sesungguhnya. Dorce tidak menebar perilaku "SAKIT" kemasyarakat luas. Bahkan hampir saja kita masyarakat lupa bahwa Dorce adalah bekas Pria. Mudah mudahan Allah SWT dapat memberikan ganjaran yang setimpal dari usahanya mencari ke ridhoan Illahi.

Itulah bedanya Dorce versus Dede Oetomo, dengan berbagai jaringannya Dede Oetomo didalam dan luar negeri dengan secara ekstrim dan terang terangan menebar perilaku "SAKIT kesegala pelosok Indonesia. Dan secara perlahan lahan tapi pasti menebar perilaku "SAKIT" tersebut kedalam rumah rumah Muslim.

Apakah kerja keras Dede Oetomo berhasil ? Yah SUDAH !!
Kita lihat saja sekarang ini kehidupan Homoseksual sudah menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat kita dan sudah membanjir di TV, Radio, Majalah dan berbagai media. Bahkan sudah melanda dikalangan pelajar yang diantaranya dikalangan pelajar Bandung yang notabene mereka adalah Generasi Muslim.

Inilah hasil kerja Iblis Laknatullah yang seharusnya wajib dilaknat dan diberantas oleh kaum Muslimin negeri ini.

Lagi lagi kita hampir saja lupa, bahwa dibalik ini telah menganga lebar lebar kemungkinan besar terulangnya sejarah pemusnahan negeri seperti yang dialami oleh kaum Luth. Naudzubillahi min Dzalik !

Masihkah kita bertanya dan bernyanyi "Tuhan Marahkah Kau Padaku ?".

Berikut ini saya kutipkan pemberitaan dari harian Republika Semoga Bermanfaat.

Wassalam

Erros Jaffar


Gay di Kalangan Pelajar Bandung


Homoseksual jelas merupakan penyakit sosial, tren kebobrokan moral yang wajib diatasi, bukan hak azasi manusia yang mesti dilindungi seperti dituntut oleh kaum gay sekarang.

KALAU saja pada zaman Nabi Luth sudah ada alat kamera syuting, tidak mustahil kita yang hidup kini dapat menyaksikan wajah dan bentuk adik Nabi Ibrahim ini, sekaligus mendengarkan nasihat dan pembicaraannya.

Namun, kita masih dapat juga mengikuti kisah perjuangannya melalui berbagai kitab tafsir Al Qur'an dan sumber lainnya.

Kisah Luth dan masyarakat Sodom mengingatkan manusia untuk menjauhi kebejatan moral yang tercermin dalam praktek homoseksual. Biladi masa Luth Allah menjatuhkan bencana longsor dan hujan batu terhadap pelaku kebejatan moral itu, kini Allah mengganjar pelakunya dengan penyakit HIV/ AIDS, perusak kekebalan tubuh yang belum ditemukan obatnya.

Perilaku seksual yang menyimpang (homoseksual) merupakan penyakit sosial, tren yang terjadi akibat kekosongan iman, Homoseksual bukan merupakan hak azasi manusia yang harus dilindungi seperti dituntut oleh kaum gay dewasa ini. Sebagai penyakit sosial, perilaku homoseksual bisa terjadi di mana-mana. Namun kalau sampai menimpa kalangan pelajar, tentu sungguh memprihatinkan dan merupakan masalah besar, terutama bagi para orang tua.


Survei di Kalangan Pelajar Bandung


Hasil penelitian dan penelusuran Yayasan Priangan Jawa Barat di Bandung menunjukkan tingginya kasus homoseksual terjadi di kalangan pelajar. Betapa tidak, dari hasil survei didapat sebanyak 21% siswa SLTP dan 35% siswa SMU disinyalir telah melakukan perbuatan homoseksual. Survei di tujuh kota besar di Jawa Barat semakin memperjelas kondisi tersebut.

Survei ini dipertegas lagi dengan adanya temuan dari Pelajar Islam Indonesia (PII) wllayah Jawa Barat. Setelah melakukan polling antara bulan September-November 2002 dengan menyebar angket sebanyak 400 lembar, hasilnya cukup mencengangkan. Sekitar 75% pelajar dan mahasiswa di berbagai kota di Jawa Barat melakukan penyimpangan kategori kenakalan remaja. Mereka terlibat tawuran, narkotika dan penyimpangan perilaku seksual.

Survei menunjukkan 45% pelajar melakukan perilaku penyimpangan seksual dan di antaranya 25% pelajar pria melakukan perbuatan homoseksual, PII menggunakan responden berusia antara 12-24 tahun. "Kendati kasus homoseksual tidak sebesar tawuran dan narkotika, tapi bila dibiarkan hal ini tentu bisa menimbulkan kerawanan sosial, terlebih perbuatan ini jelas-jelas melanggar aturan agama. Disinyalir pula ada komunitas kaum homoseksual di kalangan pelajar tersembunyi dan mereka berada di sekolah-sekolah favorit. Demikian menurut Ruslan Abdul Gani, Ketua Pll wilayah Jawa Barat.

Kerawanan sosial memarig ta terhindarkan dengan adanya kasus ini tidak sedikit mereka yang melakukaan penyimpangan perilaku seksual membumbuinya dengan kemaksiatan lain. Mereka melakukan apa saja asal bisa memenuhi yang mereka inginkan, termasuk berupaya dengan segala cara untuk mendapatkan sejumlah uang. Semakin parah ketika muncul kenyataan, perilaku homoseksual dijadikan sebuah profesi khusus dengan ekonomi. Gawatnya lagi kebiasaan ini sengaja ditularkan kepada para pelajar. Tidak sedikit dari pelajar yang terjerumus “menikmati" kebiasaan yang bertentangan dengan moral dan agama ini.


Tugas Berat Orangtua


Frank!, ketua Yayasan Priangan menjelaskan, mereka yang terkena perilaku homoseksual sengaja mencari-cari kesempatan untuk memenuhi syahwat setani tersebut, termasuk melakukannya dengan teman sekolah sendiri. Maka sudah seharusnya para orangtua memperhatikan perkembangan anak laki-lakinya, terutamayang telah mencapai usia siswa dan mahasiswa.

Perlu dipantau, antara lain, kemana dia pergi, kegiatan apayang hendak dilakukannya bersama temannya, dengan siapa ia bergaul dan seterusnya. Dalam pada itu, masyarakat tidak perlu bersikap hanya mencaci, membenci dan menyalahkan para pelaku, Yang perlu adalah pemberian solusi terhadap permasalahan yang terjadi. Beberapa di antara solusi itu adalah sebagai berikut:

Pertama, harus ada usaha untuk menghindari hal-hal yang bisa menimbulkan rangsangan (stimulasi seks).
Kedua, bila sudah cukup umur, segera dinikahkan. Ketiga, perlu adanya pemasyarakatan nilai-nilai agama agar bisa dipahami secara utuh dan substansial oleh pelajar, termasuk memberi batasan-batasan pergaulan, akhlak keteladanan dari pendidik serta pentingnya kejelasan bahwa perbuatan yang menyimpang itu jelas-jelas melanggar agama.

Kalau dibiarkan berlarut-larut akan sangat membahayakan. Dalam hal ini berbagai pihak perlu memberi perhatian pada para pelajar, Generasi penerus harus diselamatkan dari dampak buruk yang ditimbulkan kasus di atas. Jika tak sekarang, kapan lagi? Setelah azab tiba? Tentu tidak, dan kita harapkan, itu tak terjadi. (EraMuslim.com)

Homoseksualitas yang muncul pada masa Nabi Luth ternyata tidak dapat hilang dari permukaan bumi ini, bahkan pada masa kini telah menjalar ke berbagai pelosok di dunia ini, dan menyebarkan penyakit HIV/AIDS yang sangat berbahaya dan sampai sekarang belum ditemukan obatnya. Untuk memberantas penyakit sosial itu tidak cukup dengan ilmu pengetahuan saja. Sebab munculnya perbuatan itu, karena kekosongan iman dan taqwa kepada Allah SWT, serta kerusakan akhlak.

Maka untuk mengubur tradisi buruk itu harus melalui pendidikan keagamaan, terutama pendidikan Islam, dengan meningkatkan taqwa dan iman kepada Allah SWT, di samping melalui pendidikan kesehatan.

Main-main Jadi Perangai


Sekalipun kaum Nabi Luth yang durjana itu telah diberi peringatan keras oleh Nabi Luth agar meninggalkan tradisi buruk itu, sebagaimana diungkapkan pada surat al-A'raf (7): 81, an-Naml (27): 55, dan al-'Ankabut (29): 29, tetapi mereka tetaptidak may meninggalkannya, bahkan menantang Nabi Luth agar Allah menurunkan azab kepada mereka, karena mereka ragu-ragu terhadap kebenaran pengakuannya sebagai Nabi Allah SWT Kaum Nabi Luth memang terkenal berperangai keras dan kasar, amat sulit menerima pendapat orang lain, sekalipun pendapat itu benar dan baik. Sangat berbeda dengan perangai Nabi Luth, yang lemah lembut, bersih dari segala noda, baik lahir maupun batin.

Perbuatan kejahatan itu padamulanya dimulai dari yang kecil, kemudian meningkat sedikit demi sedikit, akhirnya menjadi besar, dan menjadi perangai dan watak yang melekat. Bila telah demikian, sangat sulit mengubah dan memperbaikiriya, bahkan yang bersangkutan menganggapnya sebagai hiburan yang menyenangkan.

Kaum Nabi Luth pun pada mulanya hanya main-main belaka, tetapi lama kelamaan menjadi berkembang dan membesar, dan akhirnya menjadi darah daging yang sulit ditinggalkan. Karena mereka tidak mau bertobat dan malah membangkang terhadap peringatan Nabi Luth, maka akhirnya mereka ditimpa bencana yang sangat dahsyat, sehingga hancur binasa. Hanya Nabi Luth dan sebagian keluarganyayang selamat, kecuali istrinya, karena dia termasuk orang yang tidak beriman, sebagaimana diungkapkan dalam firman Allah, "Kemudian Kami seiamatkan dia dan pengikut-pengikutnya, kecuali istrinya: dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan). Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu); perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu," (QSal-A'raf[7]:83-84).

Azab Allah


Azab yang ditimpakan kepada mereka merupakan hujan batu yang diturunkan dari langit. Rasyid Ridha dalam tafsirnya mengatakan, kebenaran ayat itu sangat masuk akal. Beberapa laporan menyebutkan bahwa sebagian penghuni pantai laut mengalami turunnya hujan tanah, dan kadang-kadang hujan ikan yang diturunkan bersama air hujan. Angin kencang memang sering membawa debu banyak hingga terkumpul dalam awan, kemudian turun bersama air hujan seperti tanah lumpur.

Menurut Rasyid Ridha, ada juga kemungkinan hujan batu tersebut merupakan sisa-sisa pecahan pecahan benda-benda langit seperti meteor, yang kemudian ditarik oleh bumi setelah mendekatinya. Kadang-kadang benda tersebut terbakar karena kecepatan dan kekuatan gravitasi (gaya tarik) bumi, dan kadang-kadang selamat dari kebakaran dan jatuh ke bumi dengan suara yang amat keras. Sering pula pecahan tersebut ditemukan orang dan disimpan di musium (Rasyid Ridha, VIII: 516).

Menurunkan hujan batu bukaniah hal yang mustahil bagi Allah, dan pada saat sekarang pun dapat terjadi jika Allah menghendakinya, misalnya karena letusan gunung berapi dan sebagainya. Walllaahu a'lam. (RioL)



Be Aware !!
Sjetan Sjetan Homoseksual
sedang mengintai keluarga anda

Iblis itu bernama "HOMOSEKSUAL" (part 1)



image

Saya pernah membaca satu artikel "setanpun lari ketakutan" disalah satu website dan terinspirasi dengan judul artikel tersebut, berikut ini saya repost kembali satu pemberitaan perkawinan 2 orang laki laki "GAY".

Sebuah peringatan bahwa sedang terjadi proses liberal-isasi yang sangat serius sekaligus Jahiliya-isasi yang terjadi di Jakarta didepan mata dinegeri mayoritas umat Islam - Dimanakah kalian wahai umat Islam??.

Jalan Berliku Kaum Homo Menuju Pelaminan


ADA dua cinta yang tumbuh dan bersemi di sebuah pondok nan asri di Desa Jadigan, Kecamatan Sewon, Bantul, Yogyakarta. Cinta pertama tertambat kepada seekor anjing, yang oleh si empunya dinamakan "Cinta". Cinta kedua berlabuh di relung hati pasangan "suami-istri" William Johanes dan Philip Iswardono. Layaknya sejoli yang dimabuk cinta, bila senja tiba, keduanya kerap bercengkerama di gazebo yang terletak di pekarangan belakang rumah. Tentunya dengan ditemani "Cinta". "Kami hidup bahagia," kata Philip, yang ditimpali anggukan kepala oleh William.

Laksana sebuah keluarga harmonis, kemesraan itu sebetulnya wajar adanya. Namun, kesan ini jadi nyeleneh dan aneh karena Wim dan Philip --demikian sapaan akrab keduanya-- tak lain adalah pasangan sejenis atawa homoseksual. Wim, 59 tahun, pria tulen asal Belanda. Sedangkan Philip, 37 tahun, laki-laki kemayu asli Yogyakarta. Mereka agaknya menjadi pasangan hombreng pertama di Tanah Air yang melegalkan hubungannya lewat tali perkawinan.

Walau pesta perkawinan sejenis telah digelar di Planet Pyramid, restoran ternama di Jalan Parangtritis, Yogyakarta, 6 September lalu, hingga pekan ini ceritanya masih jadi buah bibir di "kota gudeg" itu.

Dalam resepsi yang cukup meriah itu, hadir sekitar 400 tamu undangan. Mereka kebanyakan rekan bisnis dan kenalan dekat kedua mempelai, serta teman sesama gay. Sedangkan dari sanak keluarga tak terlalu banyak yang hadir. Dari tujuh kakaknya, hanya lima orang yang sudi datang ke pesta perkawinan. Sisanya absen karena tak bisa menerima langkah si bungsu yang dianggapnya telah menyimpang dari ajaran Katolik, agama yang dianut keluarga sederhana ini.

Bahkan Jasmani, kakak iparnya, yang diminta memberi sambutan mewakili keluarga, urung datang. Ia merasa tak punya rangkaian kata yang pas untuk disampaikan. "Aku suruh ngomong apa?" katanya. Adapun orangtua Philip, Tugiman Sastro dan Waringah, keduanya sudah meninggal.

Kisah kasih pasangan gay ini cukup panjang dan berliku. Awal cerita bertepatan dengan keruntuhan rezim Soeharto. Kala itu, Mei 1998, Wim yang bekerja sebagai wartawan di NOS News Television, sebuah stasiun televisi swasta di Negeri Belanda, bertugas meliput aksi demo di Jakarta. Usai menunaikan tugasnya, Wim diajak koleganya, Vincent yang juga jurnalis, berkunjung ke Yogyakarta. Kebetulan, ketika itu ada Sekatenan di alun-alun Yogyakarta. Di tengah hiruk-pikuk pesta rakyat tahunan inilah kedua pasangan itu berkenalan.

Philip, yang mengaku mulai "meletek" --istilah bagi gay yang mulai terjun ke dunianya-- sejak duduk di bangku sekolah menengah umum, langsung mengangguk ketika Wim mengajak kencan. Selama dua hari pasangan anyar ini pelesiran ke berbagai tempat wisata di kota gudeg. Namun, pertemuan itu belum mengarah serius. Hubungan di antara keduanya putus begitu saja kala Wim harus kembali ke tanah airnya. "Dunia gay itu dunia yang gonta-ganti pasangan. Jadi, ketika itu tidak saya follow up-i," kata lelaki yang sempat tiga tahun bekerja pada sebuah salon kecantikan di kawasan Cemorojajar, Yogya, ini.

Pertautan keduanya kembali nyambung kala Wim datang lagi ke Indonesia untuk berlibur, pada tahun 2000. Itu pun lewat upaya pencarian cukup alot. Untuk bisa kembali menemukan Philip, Londo berkepala botak ini sempat menelusuri beberapa tempat mangkal gay di Yogya. Toh, semua gay yang ditemuinya dan ditanya tak satu pun yang kenal Philip. Rupanya naluri jurnalis Wim muncul. Lewat sohib Philip di Solo, Wim berhasil melacak keberadaan Philip. Dari sang sobat, Wim mendapatkan nomor ponsel Philip. Ketika itu, yang diuber sedang di Bali.

Wim, yang sudah ngebet ingin melepas kangen, langsung menyusul. Kencan babak kedua pun berlangsung di Pulau Dewata selama sebulan. "Kami bisa menemukan kebahagiaan kembali," kata Wim. Sejak itulah hubungan mereka makin serius. Philip sempat melakukan kunjungan balasan ke Belanda, Februari 2001. Tiga bulan kemudian, Wim mulai berani menyambangi rumah Philip di Jedigan, sekaligus menyatakan akan menikahi Philip. Di sinilah, sebelum hasrat ini terwujud, jalan berliku harus dilewati keduanya.

Selama penjajakan, Wim harus enam kali bolak balik Yogya-Belanda untuk mendapat restu dari keluarga. Terutama lampu hijau dari keluarga Philip yang kala itu menganggap perkawinan ini sebagai rencana tak waras. "Rapat pleno" keluarga digelar untuk menanggapi rencana si bungsu. Ternyata, walau Philip sudah melancarkan berbagai lobi, rapat memutuskan: menolak.

"Bagaimanapun, saya menghendaki kamu kawin secara normal, dan punya keturunan lazimnya banyak orang," kata Suwarti, 47 tahun, menasihati adiknya, Philip, kala itu. Bahkan ancaman pun meluncur. Jika Philip tetap nekat, tak satu keluarga pun akan datang, baik ketika misa pemberkatan maupun syukuran. Maklum saja, hampir semua keluarga Philip adalah penggiat gereja yang tahu bahwa perkawinan sejenis ditentang ajaran agama mereka.

Toh, ancaman itu tak membuat niat Philip jadi surut. "Kalau saya menuruti semua sedulur (saudara), keluarga besar akan bahagia. Namun, batin saya akan menderita karena tak sesuai dengan jiwa dan hati saya," kata "buceri" alias bule mencat sendiri, julukan untuk Philip karena mengecat rambutnya dengan warna merah, menimpali. Ia pun meneruskan langkahnya. Laksana calon manten pada umumnya, laki-laki beranting di kuping kanannya ini mengurus segala persyaratan administrasi perkawinan. Termasuk minta surat keterangan dari Kasihono, Kepala Dusun Karangjati.

Lain Philip, lain pula Wim. Penulis cerita anak-anak ini lancar-lancar saja mendapat restu keluarga. Termasuk dari bekas istrinya. Alur cerita gay yang satu ini memang unik. Semula ia menjalani kehidupan sebagai lelaki biasa dengan orientasi seks hetero. Namun, setelah menikah, naluri gay-nya muncul. "Setelah punya anak pertama disusul dengan anak kedua, hasrat seks dengan laki-laki lebih tinggi ketimbang dengan perempuan," kata Wim. Tak lama kemudian, ia pun mengakhiri perkawinan pertamanya.

Kalaupun ada ganjalan, itu terjadi ketika Wim dan Philip berbeda pendapat dalam memilih tempat bermukim selepas perkawinan. Masing-masing bersikukuh ingin tetap tinggal di negara asalnya. Akhirnya Wim mengalah. "Saya senang Belanda hanya untuk rekreasi," katanya. Kebetulan, masa kerjanya pun menjelang akhir. Wim pensiun per 1 September lalu.

Setelah segala halangan teratasi, akhirnya Philip resmi dipersunting Wim pada 23 Juli lalu. Rangkaian acara pernikahan berlangsung khidmat sekitar satu setengah jam. Acara dimulai dengan kumpul bareng di rumah Wim di kota Leusden, Belanda, sebagai persiapan. Sekitar 30 orang hadir, termasuk dua anak Wim yang datang sambil menenteng kado berupa foto keluarga. Sedangkan Philip hanya ditemani sohibnya sesama gay, Tommy dan Deddy, yang juga bertindak sebagai saksi.

Dari rumah Wim, selanjutnya rombongan berjalan kaki ke balai kota yang jaraknya hanya 400 meter. Di balai kota, mereka dinikahkan secara sipil oleh pejabat setempat, setelah sebelumnya saling memasukkan cincin sebagai bukti ikatan mereka. Usai acara di balai kota, rombongan kembali berjalan sejauh 500 meter menuju Gereja Katolik Roma Santo Yosep.

Di altar utama gereja tersebut, kedua mempelai mengucapkan janji setia yang disaksikan Pastor O. Swijnenberg. Prosesi yang berbeda dengan perkawinan umumnya, di mana janji setia diucapkan pastor dan ditirukan mempelai. Dalam sambutannya, pastor mengatakan bahwa ia tak akan melakukan apa yang dilarang Gereja Katolik. Tapi, katanya, ia akan melakukan sesuatu yang bisa dilakukannya.

Pakaian yang dikenakan kedua mempelai tak seperti pengantin umumnya. Keduanya menggunakan setelan jas. Philip menggunakan jas warna putih dan rompi dalam warna cokelat dengan dasi putih kotak-kotak. Sedangkan Wim mengenakan setelan jas warna hitam dengan rompi dalam warna merah emas serta dasi warna cokelat. "Ini gaun pilihan kami berdua," tutur Wim.

Untuk cincin kawinnya, yang memesan adalah Philip di Yogyakarta. Beratnya Philip lupa. Hanya bentuk keduanya sama, yakni seperti dua cincin yang digandeng. Kata Phillip, bentuk itu sebagai simbol bahwa mereka yang berbeda telah dipersatukan dengan cinta. Sehari setelah perkawinan, para tamu undangan dijamu makan malam di Le Rendezvous Café di kota itu.

Philip --bersama "suaminya", Wim-- boleh jadi adalah pionir kaum homo di Indonesia yang melenggang ke perkawinan. Dan tak menutup kemungkinan bakal diikuti pasangan sejenis lainnya. Paling tidak, hasrat ini tersirat pada pasangan homo dr. Mamoto Gultom, 41 tahun, dan Hendy M. Sahertian, 30 tahun. Keduanya telah bertunangan pada 7 November 1999, bertepatan dengan berdirinya Yayasan Pelangi Kasih Nusantara (YPKN), lembaga swadaya masyarakat yang bergerak dalam pencegahan penyakit HIV/AIDS di kalangan homoseksual.

Hanya saja, pasangan pendiri sekaligus penggiat YPKN ini berharap, perkawinan yang diidamkan itu berlangsung di Tanah Air. Tak perlu susah payah terbang ke Belanda. "Saya berharap, pemerintah mau menerima pasangan seperti kami," kata Hendy. Suatu harapan yang tak mudah terwujud, mengingat hukum perkawinan Indonesia tak mengakui pernikahan sejenis.

Kalaupun Mamoto dan Hendy berencana nikah di Belanda, berdasarkan informasi yang masuk ke telinga Hendy, jalannya bakal tak semulus jejak Wim dan Philip. Soalnya, satu di antara seabrek persyaratannya adalah perkawinan bisa berlangsung asalkan salah seorang calon mempelai telah bermukim di Belanda sekurang-kurangnya satu tahun. "Kami masih pikir-pikir untuk sampai ke arah sana," kata Hendy.

Saat ini, pasangan yang pertama kali bertemu di sebuah diskotek di kawasan Jakarta Pusat ini cukup enjoy hidup bersama di sebuah rumah di Jatibening Estate, Pondok Gede, Bekasi. Di rumah sekaligus markas YPKN inilah kehidupan Mamoto dan Hendy berlangsung bak pasangan suami-istri. Gelak tawa dan keceriaan sesekali dibumbui pertengkaran. Bahkan pernah percekcokan ini berujung "perpisahan". Penyebabnya, ada orang ketiga di antara mereka. Kala itu, masing-masing kembali ke rumah keluarganya.

Namun, kejadian itu tak berlangsung lama. "Saat bepisah, kami tersiksa," kata Hendy, yang sejak usia tiga bulan hidup terpisah dari orangtuanya, Maxie Sahertian dan Juliatje Corrie Anneke, yang bercerai. Mereka kembali hidup bersama setelah mendengar petuah Dr. Dede Oetomo, "presiden" gay Indonesia, yang telah 18 tahun mengarungi hidup bersama dengan pasangan homonya. "Tahun kedua sampai ketiga itu masa penyesuaian-lah. Kalau bisa melewatinya, maka bisa selamat," bungsu dari tiga bersaudara itu menirukan ucapan Dede, kepada Hatim Ilwan dari GATRA.

Sebetulnya, ujian terberat pasangan ini terjadi kala Mamoto memperkenalkan Hendy sebagai tunangan kepada keluarganya di kawasan Kebon Kacang, Jakarta Pusat. Acara perkenalan itu memang direncanakan. Ini terlihat dengan hadirnya hampir semua sanak keluarga Mamoto. Kala itu, tak lama setelah mereka bertunangan, "bujang lapuk" ini memaparkan pilihan pasangan hidupnya. Di akhir pembicaraan, ia langsung menunjuk Hendy sebagai dambaan hati yang dimaksud. Kontan saja seisi rumah jadi heboh. Mereka terlibat percekcokan dalam bahasa Batak.

Kericuhan itu memancing emosi Mamoto hingga mengamuk dan pingsan. Setelah siuman, ia langsung mengepaki pakaiannya ke dalam koper. Seperti orang linglung, ia meninggalkan pertemuan, terus berjalan kaki sambil menyeret kopernya yang besar. Sementara Hendy dengan setia terus mengikutinya. Langkah Mamoto baru berakhir di bundaran Hotel Indonesia. Tak sepatah kata pun meluncur dari keduanya. Mamoto hanya bisa tertunduk, sejurus kemudian menangis sejadi-jadinya.

Kejadian serupa terulang dua hari berselang, bahkan lebih seru. Kali ini sanak saudara Mamoto dari Tarutung, Sumatera Utara, pada berdatangan. Setelah pingsan dan kembali berjalan tak keruan, Mamoto akhirnya memilih ngumpet di rumah seorang temannya. Selama dalam pelarian, kegiatan sehari-hari mereka tak terganggu. Mamoto tetap berangkat ke kantornya untuk jadi dokter pada sebuah program yang berlabel Aksi Stop AIDS, di Jalan Percetakan Negara, Jakarta Timur. Sedangkan Hendy terus giat mengomandani YPKN yang memiliki 13 staf.

Permasalahan keluarga itu ternyata tak berlangsung lama. Entah bagaimana cara Mamoto mencairkan sikap sanak saudaranya. Kini, mereka hidup tenteram bersama, tanpa ada gugatan lagi dari keluarga. Sebagai orang yang lebih tua, Mamoto disepakati sebagai kepala rumah tangga, mendampingi Hendy yang sejak duduk di bangku sekolah dasar kerap diolok-oloki bencong itu. Keduanya tetap memburu angan, yakni melegalkan hubungannya lewat perkawinan. Seperti telah direngkuh pasangan Wim dan Philip.

Perkawinan Wim dan Philip bisa saja jadi bentuk keberanian kaum homo dalam mengekspresikan diri. Namun, Dede Oetomo, pentolan Yayasan Gaya Nusantara, tak setuju kalau langkah itu dianggap sebagai babak baru perjuangan gay di Indonesia secara keseluruhan. "Itu belum merupakan gerakan terstruktur," kata sosiolog dari Universitas Airlangga, Surabaya, ini. Di mata Dede, "perjuangan" gay mengenal beberapa tahapan. Fase pertama awal 1980-an, ketika kaum homo berani menggulirkan wacana keberadaannya, walau secara fisik mereka masih ngumpet.

Kemudian fase akhir 1980-an, unjuk diri mereka makin kentara seiring dengan kampanye bahaya penyakit AIDS. Lantas tahap setelah reformasi, kaum penyuka sejenis ini mulai memasuki wilayah politik. Fase ini ditandai dengan isu yang digelindingkan Partai Rakyat Demokratik bahwa kepentingan kaum gay perlu terwadahi di legislatif. Kini, sebuah gerakan bisa dikatakan baru, kata Dede, "Kalau sifatnya mendobrak regulasi."

Tentunya, gerakan ini tak gampang bergulir. Mengingat betapa tebalnya tembok yang melindungi hukum perkawinan di Indonesia. Menurut Sri Nyantosani, SH, SU, pakar hukum perkawinan dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, perkawinan sejenis di Indonesia jelas tak diperbolehkan dan tidak sah. Sebab, syarat materiil perkawinan harus beda jenis kelaminnya, yakni laki-laki dan perempuan.

imageWalau begitu, menurut pengajar di Pascasarjana Notariat UGM itu, bagi pasangan homo yang menikah di luar negeri, seperti pasangan Wim-Philip, secara hukum perkawinan mereka jadi sah. Dasar hukumnya, kata Sri, karena setiap negara --termasuk Indonesia-- mengakui hukum yang berlaku di negara lain. Termasuk mengakui legalitas perkawinan seperti yang diatur dalam hukum Belanda.

Dr. Ismet Yusuf, psikiater lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Semarang, sepakat bahwa perkawinan Wim-Philip tak bakal memicu keberanian kaum homo lainnya dalam unjuk diri. Sebab, katanya, kebanyakan dari mereka malu menunjukkan ke-gay-annya di muka umum. "Ada semacam kebimbangan dalam diri mereka," kata peneliti hubungan sejenis warok-gemblak ini kepada Syamsul Hidayat dari GATRA. Atas alasan ini pula, menurut Ismet, sebetulnya jumlah kaum homo yang "menikah" diam-diam jauh lebih banyak ketimbang yang terang-terangan mendapat legalitas.

Sikap pemalu ini tecermin dari belum beraninya semua gay menyatakan diri sebagai kaum gay. Memang hasil survei YPKN menunjukkan, ada 4.000 hingga 5.000 penyuka sesama jenis di Jakarta. Sedangkan Gaya Nusantara memperkirakan, 260.000 dari enam juta penduduk Jawa Timur adalah homo. Angka-angka itu belum termasuk kaum homo di kota-kota besar. Dede memperkirakan, secara nasional jumlahnya mencapai sekitar 1% dari total penduduk Indonesia. Kalau asumsi Dede benar, tentunya itu sebuah angka yang membelalakkan mata.

Bukan Rumput untuk Ternak


SECARA universal, perkawinan bertujuan mengembangkan keturunan umat manusia di persada bumi ini. Berbagai ajaran agama, lewat teks-teks sucinya, bersepakat bahwa perkawinan, selain sebagai wujud penyaluran naluri biologis, juga berperan untuk pembinaan rumah tangga. Pelakunya adalah lelaki dengan perempuan.

Dalam ajaran Islam, misalnya, Allah menyuruh umat manusia bertakwa kepada Tuhan yang telah menjadikan manusia dari satu diri, lalu Ia jadikan jodohnya. Kemudian dikembangkan menjadi laki-laki dan perempuan yang banyak sekali (An-Nisaa ayat 1). Tapi, di sini letak perbedaan antara manusia dan makhluk-makhluk lainnya. Bila makhluk lain kawin untuk mengikuti naluri biologisnya, berhubungan kelamin semaunya, perkawinan manusia dipenuhi muatan moral. "Untuk manusia, Allah membuat hukum sesuai dengan martabatnya," begitu tulis Sayyid Sabiq dalam Fikih Sunnah.

imageProsesi perkawinan diatur atas sandaran saling meridhai, pakai upacara ijab kabul, dan dihadiri para saksi. Bentuk perkawinan seperti ini memberi jalan aman pada naluri biologis manusia, memelihara keturunan, dan menjaga martabat perempuan agar tak seperti rumput yang bisa dimakan binatang ternak dengan sewenang-wenang.

Karena itu, hubungan suami-istri ditempatkan pada naungan naluri keibuan dan kebapakan. Cara itu akan menyuburkan tetumbuhan yang baik dan menghasilkan buah yang bagus. Itulah perkawinan yang diajarkan Islam. Menurut Direktur Eksekutif Pondok Pesantren Daarut Tauhid Arjawinangun, Cirebon, Jawa Barat, Husein Muhammad, definisi perkawinan adalah ikatan antara laki-laki dan perempuan. "Arti kata pernikahan adalah kumpul, yakni bersatunya dua hal menjadi satu. Dan itu antara perempuan dan laki-laki," kata Husein kepada Luqman Hakim Arifin dari GATRA. Karena itu, menurut Husein, di dalam Islam, pernikahan sesama jenis belum bisa dibenarkan.

Dalam pandangan agama Kristen, perkawinan adalah sesuatu yang kudus, merupakan bentuk ikatan yang satu kali untuk selamanya. Berlangsung antara pria dan wanita. Perilaku perkawinan menyimpang, menurut pendiri Gospel Overseas Studio, Jakarta, Pendeta Gilbert Lumoindong, bisa dicegah melalui jalan keluarga. Dalam keluarga harus diciptakan suasana bahagia dan bernilai rohani. "Tidak asal menghakimi, tapi saling mengasihi serta menolong," tutur bapak tiga anak itu kepada Marya Onny dari GATRA. Bila peran ini dijalankan dengan baik oleh sebuah keluarga, anak bisa terhindar dari perilaku menyimpang.

imageDalam pandangan agama Buddha, perkawinan adalah untuk membantu mengentaskan makhluk hidup. Tak hanya untuk manusia. "Tapi, sebelum mengentaskan semua makhluk hidup dari penderitaan, kita membantu makhluk hidup di sekitar kita. Yakni keluarga kita dulu," kata Kusala Pahassa, bikku aliran Buddha Mahayana di Wihara Mahawira, Jakarta Utara.

Dalam pandangan Kusala, agar perkawinan tak menyimpang menurut agama, diperlukan keteladanan orangtua. "Keluarga adalah tempat kita berteduh," tuturnya. Komunikasi yang terhambat, baik antar-orangtua maupun antara orangtua dan anak, menyebabkan penyimpangan perilaku.

Nah, bagi mereka yang telanjur dinilai menyimpang dari norma-norma, semua pemuka agama memberi resep sama: peluk dan ajaklah dialog. Baik Husein Muhammad, Gilbert Lumoindong, maupun Kusala Pahassa bersepakat bahwa mereka yang dianggap menyimpang dari agama perlu diajak dialog, dan diberi pengertian dengan penuh kasih.

Jalan Tuhan dan kemauan keluar dari komunitas menyimpang, menurut Gilbert, adalah resep ampuh untuk kembali normal. Kusala Pahassa sepakat dengan Gilbert. Adapun Husein mengingatkan, proses dialog, apa pun hasilnya, mesti terus-menerus dilakukan. Itulah tugas agamawan: mengajak ke jalan yang benar dengan cara yang santun. Jauh dari hiruk-pikuk caci maki dan saling vonis. (Gatra)

Astaghfirllah 35% Pelajar Bandung Homoseks

organisasi mereka aman aman saja berjalan bahkan sudah mempublish majalah GAYa Nusantara, Tapi tidak ada larangan dari aparat maupun ulama, padahal kegiatan mereka sangat meresahkan dan bisa merusak moral generasi muda

Penyimpangan perilaku homoseksual bisa terjadi di mana-mana. Namun bila hal itu menimpa kalangan pelajar, sungguh memprihatinkan. Ttren atau bentuk kebobrokan moral?

Hasil penelitian dan penelusuran Yayasan Priangan Jawa Barat di Bandung menunjukkan tingginya kasus homoseksual terjadi di kalangan pelajar. Betapa tidak, dari hasil survei didapat sebanyak 21% siswa SLTP dan 35 % siswa SMU disinyalir telah melakukan perbuatan homoseksual. Survei di tujuh kota besar di Jawa Barat semakin memperjelas kondisi tersebut.

Survei ini dipertegas lagi dengan adanya temuan dari Pelajar Islam Indonesia (PII) wilayah Jawa Barat. Organisasi pelajar Islam ini melakukan polling antara bulan September-November 2002 dengan menyebar angket sebanyak 400 lembar. Hasilnya cukup mencengangkan, 75 % pelajar dan mahasiswa di berbagai kota di Jawa Barat melakukan penyimpangan kategori kenakalan remaja. Mereka terlibat tawuran, narkotika dan penyimpangan perilaku seksual. Survei menunjukkan 45% pelajar melakukan perilaku penyimpangan seksual dan di antaranya 25% pelajar pria melakukan perbuatan homoseksual. PII menggunakan responden berusia antara 12-24 tahun.

“Kendati kasus homoseksual tidak sebesar tawuran dan narkotika, namun bila dibiarkan hal ini justru bisa menimbulkan kerawanan sosial, terlebih perbuatan ini jelas-jelas melanggar aturan agama. Disinyalir pula ada komunitas kaum homoseksual di kalangan pelajar yang tersembunyi dan mereka berada di sekolah-sekolah favorit,” ungkap Ruslan Abdul Gani, Ketua PII wilayah Jawa Barat.

Kerawanan sosial memang tak bisa terhindarkan dengan adanya kasus ini. Tidak sedikit mereka yang melakukaan penyimpangan perilaku seksual membumbui dengan kemaksiatan lain. Mereka kerap melakukan apa saja asalkan bisa memenuhi apa yang diinginkannya. Termasuk berupaya dengan segala cara untuk mendapatkan sejumlah uang. Semakin parah ketika muncul kenyataan, perilaku homoseksual dijadikan sebuah profesi khusus dengan dalih ekonomi. Gawatnya lagi kebiasaan ini sengaja ditularkan kepada para pelajar. Tidak sedikit dari pelajar yang terjerumus “menikmati” kebiasaan yang bertentangan dengan moral dan agama ini. Na’udzubillah!

Franki, ketua Yayasan Priangan menjelaskan, mereka yang terkena perilaku homoseksual sengaja mencari-cari kesempatan untuk memenuhi hajatnya, termasuk melakukan dengan teman sekolahnya. Bagi pelajar pria yang banyak duit kerap melakukan perilaku menyimpang ini dengan para waria.

Apapun alasannya, tidak satu pun yang bisa membenarkan. “Jelas hal ini merupakan penyimpangan perilaku seksual, namun untuk menyembuhkannya bisa saja dilakukan akan tetapi hasilnya kecil sekali,” ungkap H.Fauzi MBA, psikolog asal Bandung, pesimis. Fauzi menambahkan pula, sudah seharusnya para orangtua berhati-hati kepada anak laki-lakinya. Dengan siapa ia bergaul, orangtua harus tahu guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Fauzi setuju ketika ada keinginan dari pemerintah untuk mengatur masalah ini dalam KUHP.

Permasalahan yang terjadi bukan untuk dibiarkan, namun perlu segera mengambil langkah sebelum tumbuh menjadi satu kebiasaan buruk yang dapat mengundang azab Allah. “Hal ini merupakan perbuatan dosa dan dilarang oleh agama. Karena perbuatan ini Allah mengutuk kaum Nabi Luth. Tentu sanksi hukumnya bisa mengarah kepada perzinahan,” kata KH Dr Miftah Faridl, Direktur Pusat Dakwah Islam Jawa Barat.

Miftah pun memberi solusi terhadap permasalahan yang terjadi. Pertama, harus ada usaha untuk menghindari hal-hal yang bisa menimbulkan rangsangan. Kedua, bila sudah cukup umur segera nikahkan, dan ketiga perlu adanya pemasyarakatan nilai-nilai agama agar bisa dipahami secara utuh oleh pelajar, termasuk memberi batasan-batasan pergaulan, akhlak keteladanan dari pendidik serta pentingnya kejelasan bahwa perbuatan yang menyimpang itu jelas-jelas melanggar agama.

Sejalan dengan Miftah, PII pun turut peduli sebagai wujud tanggung jawab moral. Sebab, bila dibiarkan berlarut-larut akan menimbulkan sesuatu yang buruk dan sangat membahayakan. Dalam hal ini berbagai pihak perlu memberi perhatian pada para pelajar. Generasi penerus harus diselamatkan dari dampak buruk yang ditimbulkan kasus di atas. Jika tak sekarang, kapan lagi? Setelah azab tiba? Tentu tidak, dan kita harapkan, itu tak terjadi. (Sabili)

Deffy Ruspiyandy (Bandung)

Syariat Jahiliyah, Rejeki Setan dimakan SilumanSegera, Baywatch Mesir

imageDavid Hasselhoff, aktor sekaligus produser film Hollywood, menjadi sangat terkenal bukan karena mempunyai mobil yang bisa ngomong bernama Kitt (film ''Knight Rider'', pernah ditayangkan RCTI). Nama aktor keturunan Jerman itu melambung setelah sukses menggarap film seri televisi berjudul Baywatch.

Sedikitnya 30 negara di dunia menayangkan film yang menceritakan tentang penjaga pantai yang bertugas menyelamatkan para turis yang datang ke sana. Pakaian para pemainnya, khususnya yang perempuan, sangat ''aduhai''. Mengenakan bikini minim warna-warni dan berlenggak-lenggok di pantai, jutaan mata pun terpana menyaksikan film itu.

Namun, jika melihat siapa yang bermain, yakni para bintang film Barat, bisa dimafhumi. Peran seperti itu lumrah dilakukan. Di Amerika Serikat (AS) nilai-nilai kebebasan sangat diagungkan. Film seperti itu pun diterima. Malah, meniru istilah film-film bioskop, Baywatch masuk ke dalam box office (film laris).

Ketenaran itu memunculkan ide baru seorang Yousef Mansour, aktor mesir, untuk membuat Baywatch yang dibintangi artis-artis Mesir. Film ini tidak hanya dipasarkan di negara-negara Arab. Mansour berencana akan menjualnya ke Barat, sebagai upaya memperkenalkan bintang-bintang Arab. ''Saya ingin artis Arab dikenal Hollywood,'' katanya seperti dikutip majalah GQ edisi Oktober 2003 terbitan New York, AS.

Mansour tampaknya bosan dengan pencitraan Mesir yang selalu melekat dari unta dan piramid. Memang, selama ini film-film tentang Mesir lebih banyak menonjolkan kedua aspek itu. Mansour pun ingin perubahan dan berencana membuat film yang ''cantik'' dan ''menawan''.

Sebuah perusahaan film Amerika dia gandeng. Sylvester Stallone termasuk salah seorang yang memiliki saham di perusahaan itu. Bersama perusahaan Hollywood itu, Mansour akan menggarap film ''cantik'' yang kemungkinan besar adalah Baywatch ala Mesir.

Kabar tentang adanya keinginan membuat Baywatch Mesir berhembus kencang di negeri Firaun itu belakangan ini. Mansour sendiri menolak anggapan akan membuat film seri seperti itu. Dia mengaku memang sedang menyiapkan film ''cantik'' dan ''menawan'', tapi bukan Baywatch.

Yang jelas, katanya, film tentang aksi petualangan di Timur Tengah. Mansour sudah menyebut judulnya, yakni ''International Investigators Incorporated''. Dalam film itu, Mansour mengatakan akan menampilkan sisi-sisi kecantikan Mesir.

Munculnya kabar pembuatan film Baywatch ala Mesir bertepatan dengan rencana AS membuat jaringan televisi di Timur Tengah. Jaringan TV itu lebih memfokuskan acaranya ke dalam gaya hidup modern masyakarat Barat, termasuk warga Arab yang serba Barat.

AS, melalui Departemen Luar Negerinya (Deplu), merogoh koceknya hingga 62 juta dolar AS untuk mengudarakan televisi itu. Bagi sebagian kalangan Arab, ini merupakan proyek propaganda AS yang lebih kuat nuansa politisnya dibandingkan maksud bisnisnya.

Apalagi, sejak 1997, ketika sejumlah intelektual dan politikus AS berdarah Yahudi mencanangkan program yang disebut ''Project for A New American Century'' (PNAC). Salah satu programnya adalah memanfaatkan media demi kepentingan dan tujuan AS. PNAC didirikan oleh orang-orang seperti Dick Cheney (Wapres AS), Donald Rumsfeld (Menhan AS), Paul Wolfowitz, dan Richard Perle.

Misi PNAC adalah membawa AS sebagai negara pengatur dunia dan bisa melakukan apa saja untuk mencapai tujuannya itu. Selain memantapkan program senjata canggihnya, PNAC juga menyebut perlunya memperkuat basis militer di seluruh dunia, membangun pangkalan militer, termasuk di Indonesia, dan menghancurkan musuh-musuh.

Tidak ketinggalan, PNAC pun memasukkan unsur penguasaan media sebagai bagian pendukung kegiatan mereka. Apa yang terjadi di Timur Tengah sekarang ini, dengan terbitnya majalah Hi dan jaringan televisi Timur Tengah, merupakan salah satu alur yang mereka (AS dan PNAC) rencanakan sejak lama. erd/majalah gq Amerika

Syariat Jahiliyah, Rejeki Setan dimakan Siluman

imageKamera Siluman Memangsa dari Balik Kaca

SEROMBONGAN artis beken menggelar jumpa pers bareng, ada apa gerangan? Kalau suasananya sumringah, ketawa-ketiwi, biasanya acara itu seputar promosi pementasan akbar. Atau, peluncuran judul sinetron keluaran rumah produksi ngetop. Pokoknya, menyangkut hal yang menyenangkanlah. Namun, kalau suasananya tegang dan emosional? Apa boleh buat, tentulah menyangkut aib.

Tak salah, itulah yang terjadi pada temu pers di kafe Badonci, Kemang, Jakarta Selatan, Kamis malam pekan lalu. Tiga artis, Femmy Permatasari, Sarah Azhari, dan Rachel Maryam Sayidina, memuntahkan unek-uneknya, dipandu pembawa acara Mayong Suryolaksono. Permasalahannya amat serius: mengenai VCD berisi rekaman gambar mereka sedang berganti pakaian. Kepingan video seronok tersebut mulai beredar luas.

Di hadapan puluhan wartawan cetak dan elektronik, kentara sekali ketiga artis itu, terutama Femmy, shock. Femmy mendapat giliran pertama bicara pada acara yang berlangsung satu jam tersebut. Bintang sinetron berusia 29 tahun itu sampai hendak menangis ketika memulai omongan menyangkut aib yang menikamnya. Ia mengatakan, aib itu sungguh berat dirasakan. ''Ketika saya melihat gambar itu, seketika saya menangis. Saya mual-mual dan hampir pingsan,'' kata ibu satu anak itu dengan suara bergetar. Air mata mulai meleleh di pipinya.

Femmy begitu terpukul, bisa dimaklumi. Dari rekaman berdurasi 37 menit 55 detik itu, sepertiga durasinya menampilkan Femmy dalam tiga kesempatan rekaman. Semuanya di hari yang sama. Ia tanpa sadar berganti pakaian di kamar mandi, memperlihatkan tubuhnya. Saking jengkelnya dipermalukan sedemikian rupa, dalam jumpa pers itu Femmy menyumpah-nyumpah. ''Yang saya lakukan di kamar mandi ternyata dicuri dan direkam orang yang sangat biadab! Biadab!'' ia memekik keras.

Rekaman gambar seronok itu, seingat Femmy dan kawan-kawan, dibuat diam-diam pada Oktober 1997. Lokasinya di studio Budi Han di Jalan Asem Baris, Tebet, Jakarta Selatan. Sudah lama, memang. Waktu itu dilakukan pemotretan untuk model iklan. ''Saya diundang untuk sesi pemotretan iklan Bir Bintang,'' kata Femmy kepada Lucky Setyarini dari Gatra. Sarah tampil untuk iklan kosmetik Fa.

Para model dipotret berulang kali. Biasalah, untuk mendapatkan gambar terbaik. Tentu saja mereka harus gonta-ganti beragam busana sensual. Untuk itu, disediakan kamar mandi sebagai ruang ganti pakaian. Sebuah cermin besar --tampaknya sudah lama terpasang-- menempel di dinding kamar mandi. Sepintas tak ada yang aneh. Dalam VCD tersebut, setidaknya ada tujuh model berganti pakaian di kamar mandi. Lima di antaranya sudah cukup punya nama waktu itu, yakni Femmy Permatasari, Sarah Azhari, Rachel Maryam, Yosefany Waas, dan Shanty.

Model-model itu cuek saja mencopot pakaian. Maklum, mereka mengira di kamar mandi itu tak ada siapa-siapa. ''Waktu itu tidak ada kecurigaan sama sekali kalau ada orang ngintip,'' kata Rachel Maryam, yang namanya melambung lewat film Eliana, Eliana, kepada Rury Feriana dari Gatra. Nyatanya, memang ada orang mengintip. Para model rupanya tak sadar ada orang mengintai dari balik bagian atas cermin itu, lengkap dengan kamera di tangan yang diduga jenis handycam.

Cermin itu sendiri diyakini merupakan cermin dua arah. Dari depan tampak seperti cermin biasa, tapi dari belakang tak ubahnya kaca bening. Dari tayangan VCD tersebut, tampak jelas kamerawan melulu mengarahkan mata elektroniknya dari atas. Tapi, sesekali kamera ''merunduk'' dan tak sengaja merekam dinding luar kamar mandi dan tangannya sendiri. Di situ kelihatan jelas bahwa dinding luar kamar mandi, sebagian terbuat dari tripleks, tidak menutup sampai plafon, cuma sebatas tinggi manusia dewasa.

Dari balik dinding itu, ''kamerawan siluman'' diperkirakan berdiri di atas meja atau kursi dan mengarahkan kameranya dari balik cermin dua arah bagian atas. Tercatat beberapa kali kamera merunduk liar. Barangkali lantaran kamerawannya pegal. Yang pasti, setidaknya tiga kali di antaranya bertepatan dengan model-model yang menatap ke atas. Mungkin model itu cuma kebetulan mendongak, tapi boleh jadi curiga mendengar suara berisik.

Selama hampir enam tahun, rekaman seronok hasil curi-curi itu tersimpan rapi. Setidaknya, belum sampai bocor dan beredar ke mana-mana. Boleh jadi, si pelaku sekadar menjadikan hasil bidikannya itu untuk dinikmati sendiri. Entah kenapa, belakangan tahu-tahu rekaman itu beredar dalam betuk VCD. Tempat peredarannya, lagi-lagi, kota Bandung, Jawa Barat. Peredaran di kota itu, kabarnya, marak sejak sebulan silam. Masih belum jelas, bagaimana ceritanya rekaman di Asem Baris bisa beredar dan beranak-pinak di sana.

Menurut penelusuran wartawan Gatra Sulhan Syafi'i, peredaran kepingan plastik berisi gambar syur itu masih terbatas di kalangan mahasiswa di sana. Seorang mahasiswa perguruan tinggi negeri di ''kota kembang'' itu, sebut saja Soni, mengaku sudah memiliki benda itu sebulan silam. Ia meng-copy-nya dari seorang teman, panggil saja Badu. Dari mana Badu memperolehnya? Soni tak tahu.

Seorang mahasiwa lain, kita panggil Didi, membeli VCD tersebut dari seseorang yang tak dikenalnya, seharga Rp 60.000. Setelah di-copy-nya satu kali, keping VCD kemudian dibagikan ke teman-temannya untuk di-copy pula. Didi mengatakan, VCD itu sekadar konsumsi antarteman, tidak untuk dikomersialkan. Alasannya, mereka takut ditangkap polisi.

Femmy, Sarah, dan Rachel mengetahui soal VCD itu Jumat dua pekan lalu. Sebelumnya mereka memang mendengar kabar itu, namun belum pernah melihat langsung. Sementara Shanty sudah lebih dulu mengetahui perihal VCD yang memuat hasil kejahatan susila atas dirinya. Sampai pekan lalu, mantan presenter MTV, yang kariernya di dunia tarik suara sedang melesat, ini masih shock.

Setelah menyaksikan tayangan VCD tersebut, Femmy dan kedua rekan senasibnya kaget bukan kepalang. Femmy bahkan kemudian ambruk dan sempat dilarikan ke rumah sakit. Besoknya, ketiga artis itu melapor ke Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya. Mereka didampingi pengacara Amir Karyatin. Shanty, Yosefany Waas, dan sejumlah model lain yang juga jadi korban perbuatan keji itu belum bereaksi.

Yang jadi terlapor adalah Budi Han, pemilik studio tersebut. Budi Han dinilai melakukan perbuatan tak menyenangkan (Pasal 335 KUHP), mencemarkan nama baik (Pasal 311 KUHP), serta mengedarkan dan mempertontonkan gambar yang melanggar kesopanan (Pasal 282 KUHP). Namun, Budi mengaku tidak tahu-menahu soal aktivitas perekaman diam-diam tersebut. ''Gambar itu diambil tanpa sepengetahuan saya,'' kata Budi Han kepada Eric Samantha dari Gatra.

Toh, menurut Komisaris Besar Polisi Prasetyo, Kepala Bidang Humas Polda Metro, Budi bisa saja dinyatakan sebagai tersangka. Soalnya, ''Dia bertanggung jawab atas keamanan, kenyamanan, dan ketenangan orang yang berfoto di studionya,'' kata Prasetyo kepada Gatra. Polisi juga menduga, cermin tembus pandang yang berada di kamar ganti itu sudah lama bertengger di sana. Maka, polisi pun terus mengembangkan penyidikannya, karena tidak tertutup kemungkinan masih ada korban-korban lainnya. Sejauh ini, belum ada tersangka lain. Polisi juga belum mengetahui siapa kamerawan yang mengambil gambar tersebut.

Lima hari setelah melapor polisi, Femmy dan kawan-kawan menggelar konferensi pers di Badonci. Seperti telah disebut, Femmy meledak-ledak emosinya. Rachel dan Sarah agak tenang, meski kegeraman jelas di raut muka mereka. Seakan belum cukup, di akhir acara, Femmy kembali menumpahkan kegalauannya. Ia memohon agar masyarakat tidak menonton rekaman tersebut. ''Tolong jangan nonton rekaman itu. Tolong jangan ditonton. Sungguh ini sangat memukul saya dan suami,'' kata Femmy, masih dengan nada tinggi.

Syukur, reaksi masyarakat atas kasus ''VCD artis ganti baju'' ini berbeda dengan reaksi terhadap ''VCD Itenas'' tahun 2001. Pelakon kasus terakhir itu mendapat cemoohan pedas. Sedangkan para artis apes ini mendapat empati dan dukungan moral, terutama dari rekan-rekan artis. Maklum, perekaman gambar porno itu di luar pengetahuan korban, dan merupakan pelanggaran hak privasi.

Fadly, vokalis grup musik Padi, menyatakan tidak akan menonton VCD tersebut. ''Aku bisa ngebayangin sakitnya hati mereka,'' katanya kepada B.M. Lukita Grahadyarini dari Gatra. ''Privasi mereka terlanggar habis. Benar-benar tidak etis,'' kata presenter kuis ''Siapa Berani?'' yang juga pemain sinetron Alya Rohali kepada Alfian dari Gatra. ''Gila, perbuatan (pelaku) itu kelewat batas,'' penyanyi Rio Febrian menimpali.

Para artis itu juga khawatir, terbukanya kasus ini akan berdampak ''VCD artis ganti baju'' akan makin dicari. Para pedagang tak bermoral tentu berlomba mengambil keuntungan. Pengalaman menunjukkan, ''VCD Itenas'' dan ''VCD gadis sabun'' diserbu peminat setelah kasusnya tersiar luas. Peredarannya melebar, harganya pun melambung. Tampaknya kekhawatiran itu cukup beralasan.

Kalangan pedagang VCD kaki lima mulai kasak-kusuk berusaha mencari pemasok versi bajakannya. Seorang pedagang VCD di kaki lima Glodok, Jakarta Barat, mengaku cukup banyak orang menanyakan VCD tersebut. Demikian pula di Surabaya, Jawa Timur. Seperti dilaporkan wartawan Gatra Sawariyanto, sejumlah pedagang VCD di ''kota buaya'' itu tampak berlomba menjanjikan akan memasok barang itu pekan-pekan ini. ''Dua-tiga hari lagi pasti barang itu ada di sini,'' kata seorang pedagang VCD di Jalan Genteng Kali, Jumat pekan lalu.

Meletupnya kasus ini seakan makin menunjukkan bahwa sesungguhnya banyak tempat yang rawan kamera pengintai. Tahun lalu, di Pati, Jawa Tengah, mencuat kasus sejenis dengan korban karyawati perusahaan rental komputer. Pelakunya tak lain pemilik perusahaan tersebut, dengan modus menempatkan kamera mini di kamar mandi. Para karyawan yang semuanya wanita diwajibkan mandi siang hari di situ. Ketika mandi itulah, kamera merekamnya (Gatra, 14 September 2002).

Agak mundur lagi, tahun 1999, pernah beredar di internet rekaman gambar perempuan, mirip sekali dengan seorang artis top, sedang mandi. Tak jelas betul di mana lokasinya. Diperkirakan di kamar mandi sebuah hotel berbintang. Dari posisi gambarnya, adegan mandi itu direkam kamera mini yang tersembunyi di celah plafon. Di Palembang, Sumatera Selatan, dua tahun silam, sempat beredar VCD berisi adegan mesum sepasang remaja di sebuah kamar hotel. Diduga, remaja itu tak sadar perbuatannya direkam mata elektronik.

Salon tertentu agaknya juga patut diwaspadai. Tahun lalu, beredar foto di internet yang menampilkan seorang perempuan sedang dilulur. Tubuh telanjang si perempuan terlihat jelas dari posisi atas. Ditaksir, gambarnya diambil dari kamera mini yang terselip di plafon ruangan. Memang belum jelas, di mana salon itu berada.

Menurut ahli pemakaian kamera di Yogyakarta, Fred Wibowo, maraknya pengambilan gambar secara diam-diam itu tak lepas dari makin majunya teknologi kamera. Kamera canggih itu sudah banyak beredar di pasar. Jenis dan ukurannya pun bermacam-macam. Dari yang fleksibel, seukuran kabel, sampai sebesar jempol kaki. Kamera-kamera itu mudah diselipkan, bahkan di celah sempit sekalipun. Karena itu, Fred menganjurkan agar siapa pun waspada terhadap tempat-tempat yang dianggap rawan kamera tersembunyi.

Direktur Rumah Produksi Indriya Production & Media Center yang juga Ketua Dewan Kesenian Yogyakarta itu mengecam keras pihak-pihak yang memasang kamera pengintai dengan tujuan mengintip privasi orang. ''Itu melanggar hak pribadi, jelas perbuatan kriminal. Di Eropa atau Amerika, pelakunya bisa dituntut dengan denda sangat tinggi,'' kata Fred kepada Gatra.

Di Taiwan pun, pelaku pencurian gambar seperti itu diancam hukuman cukup tinggi. Itu dialami Kuo Yu-ling. Februari tahun lalu, pria 44 tahun itu dituntut hukuman empat tahun penjara atas dakwaan merekam diam-diam adegan percintaan Chu Mei-feng dengan pacar gelapnya, Tsai Jen-chien.

Chu, politikus berusia 35 tahun, terlibat skandal seks dengan Tsai Jen-chien, 49 tahun, mantan Wali Kota Hsinchu, Taiwan bagian utara. Rekaman adegan hot yang diambil di rumah Chu, 25 Desember 2001, itu tersebar dan menggegerkan negeri asal penyanyi dan bintang televisi F4 tersebut. Kuo dibebaskan setelah membayar jaminan sejumlah besar uang.

Bagaimana di Indonesia? Praktisi hukum Paskalis Pieter, 44 tahun, mengakui pasal pidana kasus ini tergolong ringan. Ancaman hukuman maksimalnya cuma satu setengah tahun penjara. Artinya, tersangkanya tidak wajib ditahan. Ia memperkirakan, hukuman yang ringan akan sulit membuat jera pelaku. Juga tidak akan cukup efektif membikin jeri para calon pelakunya. Meski begitu, kata Paskalis, masih ada cara membikin pelaku shock. Yakni, korban sebaiknya menggugat perdata. ''Gugat saja ganti rugi moril materiil dengan nilai tinggi, biar pelakunya tahu rasa,'' katanya, bersemangat.

Bekas pengacara ''ratu ekstasi'' Zarima itu menganjurkan agar masyarakat berpartisipasi mengatasi ancaman kamera-kamera tersembunyi. Satu cara di antaranya, jangan ragu melaporkan ke pihak berwajib seandainya seseorang menemukan alat perekam tersembunyi ditujukan pada dirinya atau orang banyak. ''Laporkan ke polisi, repot sedikit tak apalah. Mari kita lawan penjahat perusak moral dan etika ini,'' kata Paskalis. (Gatra)


Tawaran Damai VCD Kamar Mandi

ENAM artis cantik bertebaran di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu pekan lalu. Mareka adalah Sarah Azhari, Rachel Maryam, Femmy Permatasari, Yosefanny Waas, Shanty, dan Megie Megawati. Semuanya korban pengambilan gambar bugil yang mencuat akhir Maret lalu.

Rekaman gambar para artis tersebut diambil secara diam-diam pada 1997, di studio foto milik Budi Han, Jalan Asem Baris, Tebet, Jakarta Selatan. Para artis itu, dicuri gambarnya saat mereka ganti busana di kamar mandi studio foto tersebut. Rekaman gambar mereka beredar luas dalam bentuk VCD berdurasi 30 menit.

Kali ini, para artis hadir di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, untuk bersaksi dan melihat proses persidangan kasus "VCD kamar mandi" tersebut. Kasus ini melibatkan empat orang terdakwa. Budi Han sebagai pemilik studio foto, serta tiga karyawannya, Benny Gunardi Ginting, Benhur Bangun Karjaya, dan Kodim bin Wahid.

Jaksa Penuntut Umum Agnes Triani, menjerat mereka dengan dua dakwaan. Budi Han dan tiga karyawannya didakwa menyebarluaskan gambar yang melanggar kesusilaan dan kesopanan. Atas perbuatan itu terdawa dijerat dengan pasal pasal 282 KUHP.

Selain itu, Jaksa Agnes Triani menjerat terdakwa dengan dakwaan melakukan dan atau menyuruh orang lain mengedarkan serta mempertunjukkan rekaman atau film yang tidak disensor. Padahal rekaman atau film tersebut melanggar kesopanan dan kesusilaan.

Karena itu, terdakwa dianggap melanggar pasal 40 huruf (c) Undang-Undang No. 8 Tahun 1992 tentang Perfilman. "Rekaman gambar berbentuk VCD itu termasuk film," kata Jaksa Anes Triani kepada GATRA. Tapi, dakwaan Jaksa dinilai kabur oleh pengacara Budi Widarto, yang bertindak selaku kuasa hukum Budi Han. "Jaksa tidak mengupas peran masing-masing terdakwa. Semuanya dianggap melakukan perbuatan sama," kata Budi Widarto.

Ketika proses peradilan perkara "VCD kamar mandi" sedang berlangsung, mendadak mencuat kabar, Budi Han memberi "uang damai" untuk Yosefanny Waas sebesar Rp 50 juta. Soal "uang damai" itu, Budi Widarto tidak menyangkal, tapi juga tidak membenarkan.

"Konteksnya sebenarnya bukan berdamai. Tapi mencoba mengajukan permintaan maaf kepada korban," kata Budi Widarto. Di antara enam artis korban "VCD kamar mandi", menurut Budi Widarto, baru Yosefanny --satu-satunya yang terekam dalam kondisi berbusana masih 'utuh'-- bersedia menerima permintan maaf Budi Han.

Nah, berapa "harga" permohonan maaf itu? Budi Windarto menolak menyebutnya, meski ia mengakui ada uang kompensasi untuk Yosefanny. "Maaf saya tidak dapat menyebutkan," kata Budi Widarto saat dihubungi wartawan GATRA Luqman Halim Arifin via handphone, Rabu pekan lalu.

"Berapa jumlah uangnya, itu tidak penting. Yang penting Yosefanny Waas sudah memaafkan klien saya," kata Budi Widarto pula. Sayang, dokter cantik ini, yang dikontak GATRA lewat telepon menolak membicarakan kasus tersebut. "Aku nggak mau ngomong lagi soal ini," kata Yosefanny.

Selain minta maaf kepada Yosefanny, Budi Han lewat pengacara juga berusaha minta maaf kapada korban lainnya. "Kami berharap, sebelum hakim menjatuhkan putusan, sudah ada pemberian maaf. Dengan itu, kami berharap bisa meringankan klien saya," ujar Budi Widarto.

Tampaknya, harapan kubu Budi Han sulit terkabulkan. Karena tiga artis korban "VCD kamar mandi" secara tegas menolak permintan maaf dan tawaran damai Budi Han. Mereka adalah Rachel Maryam, Sarah Azhari, dan Femmy Pertamasari. "Untuk masalah ini, saya tak mau berdamai. Saya cuma ingin Budi Han dijebloskan ke penjara," kata Femmy Permatasari kepada Ruri Feriana dari GATRA.

Femmy mengaku belum pernah didekati kubu Budi Han, baik untuk berdamai maupun untuk minta maaf. "Seandainya saya diajak damai dengan tawaran milyaran rupiah, akan saya tolak," kata Femmy, yang kini menjadi presenter sebuah acara di Metro TV itu.

Pernyataan senada juga diungkapkan Sarah Azhari. Pemain sinetron Montir-Montir Cantik ini secara pribadi bisa maafkan Budi Han. "Tapi, bagiamana pun Budi Han sudah melakukan kesalahan. Dia harus menanggung konsekuensinya. Kalau salah, ya harus dihukum," ujar Sarah Azhari. Ia mengaku tidak pernah ditawari "uang damai" Budi Han.

Berbeda dengan Rachel Maryam yang menyatakan Budi Han melalui pengacaranya pernah menawarkan uang damai sebesar Rp 50 juta. "Aku nggak mau terima. Gila! Dibayar berapa pun aku nggak mau," kata Rachel kepada Luky Setyarini dari GATRA.

Bintang sinetron Strawbery ini menghendaki Budi Han dihukum seberat-beratnya. Kelak seandainya Budi Han dijatuhi hukuman ringan, Rachel berniat memperkarakan secara perdata. Bukan karena uang, tapi demi keadilan. (Gatra)

Asereje, Lagu Setan ?

imageSebuah rumor merebak tentang lagu hits Asereje yang dinyanyikan oleh Las Ketchup, bahwa lagu tersebut adalah lagu penyembahan setan. Dari liriknya yang campuran antara Inggris dan Spanyol disebutkan bahwa terselip lirik penyembahan terhadapan setan. Percaya atau tidak, silahkan menyimak kata-kata dibawah ini. Sekedar informasi !!

Kita mungkin berpikir bahwa karena itu lagu Spanyol, maka wajarlah kalau kita nggak mengerti liriknya.

Tapi ada satu fakta yang mengejutkan, bahwa bahkan orang Spanyol sendiri nggak mengerti lagu ini, karena ada banyak bagian-bagian yang bukan bahasa Spanyol. Tapi lagu yang mereka tidak mengerti ini, segera meluas menjadi hits di Spanyol. Bahkan tim Bola Basket nasional Spanyol menggunakan lagu ini sebagai lagu maskot.

Perdebatan kemudian terjadi di negri itu, karena lagu ini disebutkan sebagai lagu yang meramalkan akan kedatangan sang Iblis dan sambutan akannya.

Coba perhatikan lyric Asereje dalam versi bahasa Inggris ini:
----------------------------------------
Friday night it's party time
feeling ready looking fine,
viene diego rumbeando,
with the magic in his eyes
checking every girl in sight,
grooving like he does the mambo
he's the man alli en la disco,
playing sexy felling hotter,
he's the king bailando et ritmo ragatanga,
and the dj that he knows well,
on the spot always around twelve,
plays the mix that diego mezcla con la salsa,
y la baila and he dances y la canta

Chorus:
aserejè ja de jè de jebe tu de jebere seibiunouva,
majavi an de bugui an de buididipi,
aserejè ja de jè de jebe tu de jebere seibiunouva,
majavi an de bugui an de buididipi

many think its brujeria,
how he comes and disappears,
every move will hypnotize you,
some will call it chuleria,
others say that its the real,
rastafari afrogitano

he's the man alli en la disco,
playing sexy felling hotter,
he's the king bailando et ritmo ragatanga,
and the dj that he knows well,
on the spot always around twelve,
plays the mix that diego mezcla con la salsa,
y la baila and he dances y la canta

------------------------------------

Bila kita lihat maka lagu ini, menceritakan seseorang yang sangat tampan rupawan mempesona dan menghipnotis siapa saja, yang bernama Diego.

Dari informasi mantan penganut gereja Setan diketahui bahwa Diego adalah 'code name' dari Devil. Khusunya untuk daerah Amerika Selatan dan Spanyol. Dan harus kita ingat, bahwa Lucifer adalah iblis yang rupawan dan ahli musik, termasuk dansa.

Perhatikan lirik awalnya tentang sebuah pesta pada Jumat malam (bukan malam Jumat). Ini merupakan hari kramat bagi setan dibarat (Kalau dinegri kita yang keramat bagi setan itu kamis malam, atau malam jumat).

Ingat film Friday the 13th ? Untuk penganut setan malam Jumat adalah malam dimana mereka mengadakan kebaktian dan pesta.

Perhatikan kombinasi ras si Diego , yaitu afro-gypsy Rastafarian.
Sedangkan Afro atau Afrika terkenal dengan occultnya dan tari-tarian pemujaannya, sehingga mantra santet atau kutuk paling terkenal dan paling hebat datang dari Afrika yaitu Voodoo. Gypsy berbicara tentang peramal dan penyihir. Dan Rasta adalah sebuah mode yang lekat dengan pemberontakan dan Narkoba.

Ragatanga tidak memiliki arti apa-apa dalam bahasa Spanyol. Tapi seluruh Eropa tau bahwa Rangatanga adalah sebuah upacara pemanggilan kekuatan setan dari sebuah grup bidah yang bernama The Rouge.

Perhatikan lirik pada bait keduanya, menceritakan bagaimana Diego dapat datang dan menghilang sesuka hati. Lucifer memang punya prilaku itu dalam kebaktian yang diadakan untuknya. Datang dan pergi tidak ada yang tahu.

Kemudian Diego disebut brujeria, penulis coba mencari arti kata brujeria di Internet, dan anda akan terkejut bila anda mengetikan brujeria.com di browser anda. Anda akan melihat gambar kambing, yang merupakan lambang antikris, dan saat anda masuk dalam websitenya anda mungkin akan segera bergidik dan mual melihat kesadisan dalam web itu. Saya rasa tidak lagi dijelaskan apa brujeria itu.

Nah sekarang kita sampai pada reff-nya yang heboh itu,

aserejè ja de jè de jebe tu de jebere seibiunouva,
majavi an de bugui an de buididipi,
aserejè ja de jè de jebe tu de jebere seibiunouva,
majavi an de bugui an de buididipi

Dalam bahasa Spanyol reff. ini nggak ada artinya, tapi bila dilagukan dengan ritme seperti itu bagi orang Spanyol akan terdengar seperti,

"Jadilah sesat, Jehovah itu tidak ada... , (atau bisa berarti;
sesat bila mempercayai Jehova)
tinggalkan keberadaan/imanmu saat ini....
mereka akan datang kebawah,
dan mereka akan memandu kita "

Kathrine Marshal, yaitu manager dari Institut Paranormal South Hampton mengatakan; Bahwa dalam bahasa suku Assab di bagian barat laut Afrika, asereje mirip dengan dialek mereka dalam sebuah upacara pemanggilan arwah orang yang mati karena kecelakaan. Dan irama upacara pemanggilan arwah itu juga mirip dengan lagu asereje dalam versi perkusi dan tambur.

Asereje memang membius dunia, lagu ini bahkan lebih booming daripada lagu pendahulunya yaitu Macarena, bahkan sebuah radio diAmerika (WAMR FM 107.5) mengaku pernah memutar lagu ini hampir seratus kali dalam sehari. Memang mengherankan bila melihat lagu ini akan segera disukai oleh orang yang mendengarkannya, dan mereka tanpa sadar akan menyanyikannya berulang-ulang. Orang yang mendengarnya akan seperti terhipnotis mendengarkan iramanya.

Pihak Sony memberikan penjelasan resminya terhadap lagu ini, akibat penolakan gereja yang mulai meluas terhadap lagu ini diluar negri.

Bahwa lagu ini bercerita tentang Diego, seorang Rasta Afro Gipsi. (Sebuah gabungan yang aneh seorang negro yang rasta dan juga seorang gipsi). Dan Diego ini menyukai lagu tahun 79 yang berjudul Rapper Delight yang dibawakan oleh Sugar Hill Gang. Dalam reff lagu itu berlirik seperti ini;

I said a hip hop the hippie the hippie
to the hip hip hop, a you dont stop
the rock it to the bang bang boogie
say up jumped the boogie
to the rhythm of the boogie, the beat;

Namun karena si Diego tidak bisa berbahasa Inggris, maka yang dinyanyikan menjadi seperti Ase re je dilidahnya itu. Demikian penjelasan pihak Sony dan manager Las Ketchup.

Walaupun demikian gerakan penolakan terhadap lagu Asereje semakin meluas diluar negri.
Bagaimana dengan anda, bukan berarti melarang anda mendengarkan dan menyukai lagu ini. Tapi bukankah sebaiknya kita menghindarinya ? Sebelum rumor ini menjadi jelas dan dikonfirmasi oleh pihak-pihak yang ahli dan berkepentingan dalam hal ini.


Las Ketchup - Daughters of Satan
http://www.kontor.cc/english/news/lasketchup.html

The Catholic church is yet again poking its nose into pop music: The root of all evil! The latest artists to be scorned by Central American priests are the three girls from the pop group Las Ketchup who blasted our ears all summer and autumn long with their song "Asereje". The track has now also topped the German charts for seven weeks.

Priests in Honduras have recently set about driving Beelzebub out of the world of pop. According to the spokesperson for the Central American Catholics, "Asereje" contains Satanic verse. The music exorcists believe they can hear the phrase “become a heretic, Jehova, cease to exist” in the line "Asereje ja de je de jebe tu de jebere seibiunouva, majavi an de bungui an de buididipi". They have interpreted the song title "Asereje" as "A ser hereje" (be a heretic). Ladies’ favourite Diego, who plays an important role in the song, can only represent one figure: the Devil himself!

The superstition has gone so far that religious education teacher’s have told their pupils not to listen to the song at home.

Lord, forgive them – and lead them not into temptation!

http://www.lasketchup.com/

sumber : okarti@indofood.co.id

Kamis, 18 April 2013

Mengenal Jin


image" Sesungguhnya jin dan para pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka." (Al Quran, surat Al A'raf : 27)

Makhluk ciptaan Allah dapat dibedakan antara yang bernyawa dan tak bernyawa. Di antara yang bernyawa adalah jin. Kata jin menurut bahasa (Arab) berasal dari kata ijtinan yang berarti istitar (tersembunyi). Jadi jin menurut bahasa berarti sesuatu yang tersembunyi dan halus, sedangkan setan ialah setiap yang durhaka dari golongan jin, manusia atau hewan. Iblis adalah gembongnya setan.

Apakah Jin itu?
Jin dinamakan jin karena wujudnya yang tersembunyi dari pandangan mata manusia. Firman Allah, "Sesungguhnya ia (jin) dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka."(QS. Al A'raf 27).

Kalau pun ada manusia yang dapat melihat jin, jin yang dilihatnya itu adalah yang sedang menjelma dalam wujud makhkuk yang dapat dilihat mata manusia biasa. Dalam sebuah hadis, Nabi SAW bersabda, "Setan memperlihatkan wujud (diri)nya ketika aku shalat, namun atas pertolongan Allah, aku dapat mencekiknya hingga kurasakan dingin air liurnya di tanganku. Kalau bukan karena adanya doa saudaraku Nabi Sulaiman, pasti kubunuh dia."(HR Al Bukhari).

Asal kejadian Jin


Kalau manusia pertama diciptakan dari tanah, maka jin diciptakan dari api yang sangat panas. Allah berfirman, "Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas." (QS. Al Hijr: 27). "Dan Kami telah menciptakan jin dari nyala api." (QS. Ar Rahman : 15).

Rasulullah bersabda, "Malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari nyala api dan Adam diciptakan dari apa yang disifatkan (diceritakan) kepada kamu [yaitu dari air sperma dan ovum]." (HR Muslim dari Aisyah di dalam kitab Az- Zuhd dan Ahmad di dalam Al Musnad).

Bagaimana wujud api yang merupakan asal kejadian jin, Al Quran tidak menjelaskan secara rinci, dan Allah pun tidak mewajibkan kita untuk meneliti-nya secara detail. Ibnu Abbas, Ikrimah, Mujahid dan Adhdhak berpendapat bahwa yang dimaksud "api yang sangat panas" (nar al-samum) atau "nyala api" (nar) dalam firman Allah di atas ialah "api murni". Ibnu Abbas pernah pula mengartikannya "bara api", seperti dikutip dalam Tafsir Ibnu Katsir.

Mengubah bentuk


Setiap makhluk diberi Allah kekhususan atau keistimewaan tersendiri. Salah satu kekhususan jin ialah dapat mengubah bentuk. Misalnya jin kafir (setan) pernah menampakkan diri dalam wujud orang tua kepada kaum Quraisy sebanyak dua kali. Pertama, ketika kaum Quraisy berkonspirasi untuk membunuh Nabi SAW di Makkah. Kedua, dalam Perang Badr pada tahun kedua Hijriah, seperti diungkapkan Allah di dalam surat Al Anfal: 48.

Apakah jin juga mati?


Jin beranakpinakdan berkembang biak. Allah memperingatkan manusia agar tidak terkecoh menjadikan iblis (yang berasal dari golongan jin) dan keturunan-keturunannya sebagai pemimpin sebab mereka telah mendurhakai perintah Allah (QS. Al Kahfi: 50).

Banyak orang menganggap bahwa jin bisa hidup terus dan tidak pernah mati, namun sebenarnya ada hadis yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim, di mana Nabi SAW berdoa: "Anta al-hayyu alladzi la yamutu, wa al-jinnu wa al-insu yamutuna - Ya Allah, Engkau hidup tidak mati, sedangkan jin dan manusia mati." (Bukhari: 7383, Muslim : 717)

Tempat-tempat Jin


Banyak perbedaan antara manusia dengan jin, namun persamaannya juga ada, di antaranya sama-sama menghuni bumi. Bahkan jin telah mendiami bumi sebelum adanya manusia dan kemudian jin juga bisa tinggal bersama manusia di rumah manusia, tidur di ranjang dan makan bersama manusia. Tempat yang paling disenangi jin adalah WC, tempat manusia membuka aurat. Agar aurat kita terhalang dari pandangan jin ketika kita masuk ke dalam WC, hendaknya kita berdoa yang artinya, "Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari (gangguan) setan laki-laki dan setan perempuan." (HR At-Turmudzi).

Setan suka berdiam di kubur dan di tempat sampah. Apa sebabnya, Quran sengaja tak menjelaskan secara rinci. Mungkin karena kuburan sering dijadikan sebagai tempat bermeditasi oleh tukang sihir (paranormal). Nabi SAW melarang kita tidur menyerupai setan. Setan tidur di atas perutnya (tengkurap) dan bertelanjang. Manusia yang tidur dalam keadaan bertelanjang menarik perhatian setan untuk mempermainkan auratnya.

Setan selalu mendampingi manusia


Sudah menjadi komitmen setan akan senantiasa menggoda manusia agar durhaka kepada Allah. Oleh karena itu setan terus menerus mengincar manusia, setiap saat menyertai manusia sehingga setan itu disebut pula sebagai qarin bagi manusia, artinya "yang menyertai" manusia. Setiap manusia disertai setan yang selalu memperdayakannya, bahkan manusia dan qarin-nya akan bersama-sama pada hari berhisab nanti. Allah berfirman, artinya: "Yang menyertai dia (qarin-nya) berkata (pula): "Ya Tuhan kami, aku tidak menyesatkannya tetapi dialah yang berada dalam kesesatan yang jauh." (QS. Qaf: 27).

sumber : Amanah online

Tipuan Syaitan Terhadap Mereka Yang Beribadat

Adapun tipuan serta ajakan syaitan terhadap manusia agar meninggalkan beribadah kepada Allah Taala ada 7 macam jalan;

1. Syaitan melarang manusia, agar jangan taat kepada Allah. Orang-orang yang dipelihara Allah, akan menolak ajakan itu dan akan berkata:
Aku sangat memerlukan sekali kepada pahala dari Allah, kerana aku harus mempunyai bekal dari dunia untuk akhirat yang kekal abadi.

2. Bila pujukan pertama tidak berhasil, maka syaitan mengajak manusia untuk mengakhiri taat; nanti saja atau kalau sudah tua, dan sebagainya. Orang-orang yang terpelihara akan menolak ajakan itu dan akan berkata:
Ajalku bukan pada tanganku; jika aku menunda-nunda amal hari ini untuk esok, maka amal hari esok bila akan aku kerjakan, padahal tiap-tiap hari dan waktu mempunyai amal tersendiri dan hak hukum waktunya.

3. Kadang-kadang syaitan akan mendorong manusia supaya terburu-buru mengerjakan amal baik dengan amat segera dan katanya: Ayuh' cepat-cepat beramal supaya engkau dapat memburu lagi amal lainnya. Orang-orang yang selamat tentu menolak dan berkata:
Amal yang sedikit tapi sempurna lebih baik daripada amal banyak tetapi tidak sempurna. Dalam hal Nabi Muhammad SAW. pernah bersabda dengan maksud:
"Tergopoh-gopoh itu pembawaan dari syaitan, kecuali dalam lima perkara;
1. Mengkahwinkan anak perawan jika telah sampai waktunya.
2. Membayar hutang jika sudah sampai janjinya.
3. Menguruskan mayat bila datang ajalnya.
4. Menghormati tetamu di kala ia datang bertandang.
5. Bertaubat setelah mengerjakan dosa.

4. Syaitan itu lalu menyuruh manusia supaya mengerjakan amal baik dengan sempurna sebab kalau tidak sempurna nanti dicela oleh orang lain. Orang-orang yang terpelihara tentu menolaknya dan akan berkata;
Untuk saya cukup dinilai oleh Allah sahaja dan tidak ada faedahnya beramal kerana manusia. Ini adalah isyarat supaya manusia Riya' dalam amalnya.

5. Setelah itu syaitan menancapkan perasaan dalam hati orang yang beramal dengan mengatakan; Betapa tingginya darjatmu dapat beramal sholeh dan betapa pula cerdikmu dan kesempurnaanmu. Orang-orang yang baik akan menjawab

bahawa semua keagungan dan kesempurnaann itu kepunyaan Allah, bukan kekuatan atau kekuasaan aku. Allahlah yang memberi taufiq kepadaku untuk mengerjakan amal yang Ia redhoi, dan memberikan ganjaran yang besar dengan anugerah kurniaNya. Jika sekiranya tanpa kurnia Allah, maka apalah harganya amalku ini dibandingkan dengan banyaknya nikmat Allah kepadaku, di samping dosaku yang banyak pula.
Tidak dapat berkata-kata dan mengamalkan begini melainkan mereka yang mempunyai ilmu pengetahuan tentang Ilmu Tasauf atau Ilmu Makrifat.

6. Setelah jalan kelima gagal, maka syaitan mengajukan jalan yang keenam. Jalan ini lebih hebat dari yang disebut tadi, dan tidak akan bisa selamat terhadapnya kecuali orang yang cerdik dan hidup fikirannya. Syaitan itu berkata, membisikkan di hati manusia: "Bersungguh-sungguhlah engkau beramal dengan Sir, jangan diketahui oleh manusia sebab Allah jualah yang akan menzhohirkan amalmu nanti terhadap manusia dan akan mengatakan bahawa engkau adalah seorang hamba Allah yang ikhlas". Syaitan itu mencampur-baurkan terhadap setiap orang yang beramal dengan amal tipuannya yang lemah sekali. Dengan ucapannya itu, syaitan bermaksud untuk memasukkan sebahagian daripada penyakit Riya'. Orang yang terpelihara oleh Allah akan menolak ajakan syaitan itu dengan mengatakan;

Hai Malaun (yang dilaknat) tiada henti-henti engkau menggodakaku untuk merosakkan amal dan ibadatku dengan berbagai-bagai jalan dan sekarang engkau berpura-pura seolah-olah akan memperbaiki amalku, padahal maksudmu untuk merosakkannya. Aku ini hamba Allah dan Allahlah jua yang menjadikan aku. Kalau Allah SWT. berkehendak menzhohirkan amalku atau menyembunyikannya; dan kalau berkehendak menjadikan aku mulia atau hina, ini adalah urusan Allah. Aku tidak gelisah apakah amalku itu diperlihatkan oleh Allah kepada manusia atau tidak kerana itu bukan urusan aku sebagai seorang hamba Allah.

7. Setelah gagal syaitan itu menggoda dengan jalan keenam, maka ia menggoda lagi dengan jalan ketujuh dengan mengatakan; "Hai manusia..tidak perlu engkau menyusahkan dirimu untuk beramal ibadah, kerana jika engkau telah ditetapkan oleh Allah pada masa azali dan dijadikan makhluk yang bahagia, maka tidak menjadi mudorat apa-apa bagi engkau untuk meninggalkan amal, engkau akan tetap menjadi seorang yang bahagia. Sebaliknya jika engkau dikehendaki Allah menjadi orang yang celaka, maka tidak ada gunanya lagi engkau beramal dan tetaplah engkau celaka".Orang-orang yang terpelihara oleh Allah tentu akan menolak godaan ini dengan mengatakan:

Aku ini seorang hamba, berkewajipan menurut perintah Tuhanku. Tuhan Maha Mengetahui , menetapkan sekehendakNya dan berbuat apa saja yang dikehendakiNya. Amalku tetap akan bermanfaat, walau bagaimanapun keadaanku. Jika aku dijadikan seorang yang seorang yang berbahgia, aku tetap perlu beribadah untuk menambah pahala, dan jika aku dijadikan seorang yang celaka, aku tetap harus beramal ibadah, supaya tidak menjadi penyesalan bagi diriku meninggalkan amal itu.

Jika sekiranya aku dimasukkan neraka, padahal aku taat, aku lebih senang daripada jika dimasukkan neraka kerana aku maksiat. Tetapi tidak akan demikian keadaannya kerana janji Allah pasti terjadi dan sabdaNya pasti benar. Allah telah menjanjikan kepada siapa yang beramal taat kepadaNya akan diberi ganjaran. Siapa-siapa yang meninggal dunia dalam keadaan beriman dan taat kepada Allah, tidak akan dimasukkan ke dalam neraka dan pasti akan dimasukkan ke Syorga. Jadi masuknya, seseorang ke Syurga bukanlah kerana kekuatan amalnya, tetapi kerana janji Allah semata yang pasti dan suci.

Oleh kerana itu, sedarlah wahai hamba Allah, semoga Allah memberi rahmat kepadamu, sesungguhnya urusan taat kepada Allah seperti yang engkau lihat dan dengar bahawa banyak sekali godaan dan tipuan syaitan untuk menggagalkannya. Qiyaslah segala urusan dan tingkah laku kepada keadaan tersebut, dan bermohonlah pertolongan kepada Allah agar engkau dilindungi dan dipelihara dari kejahatan syaitan ini, kerana sega sesuatu benda di bawah kekuasaan Allah dan kepada Allah kita mohon Taufiq untuk mendapatkan keridhoaanNya.

TIDAK ADA DAYA UNTUK MENINGGALKAN MAKSIAT DAN TIDAK ADA KEKUATAN UNTUK MENGERJAKAN TAAT, KECUALI DENGAN PERTOLONGAN ALLAH YANG MAHA LUHUR DAN MAHA AGUNG