|
Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap
sesuatu. (QS. Ath Thalaaq, 65: 3)
Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha
Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu
lihat sesuatu yang tidak seimbang? Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya
penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan
penglihatanmu itu pun dalam keadaan payah. (QS. Al
Mulk, 67: 3-4)
... Jika sebuah bentuk yang sesuai atau sangat seimbang didapatkan melalui unsur penerapan atau fungsi, maka kita dapat mencari fungsi Angka Emas padanya... Angka Emas bukanlah hasil dari imajinasi matematis, akan tetapi merupakan kaidah alam yang terkait dengan hukum keseimbangan. (1)Apa yang sama-sama dimiliki oleh piramida di Mesir, lukisan Mona Lisa karya Leonardo da Vinci, bunga matahari, bekicot, buah cemara dan jari-jemari Anda? Jawaban atas pertanyaan ini tersembunyi pada sebuah deret angka yang ditemukan oleh matematikawan Italia, Fibonacci. Sifat angka-angka ini, yang dikenal sebagai angka-angka Fibonacci, adalah bahwa masing-masing angka dalam deret tersebut merupakan hasil penjumlahan dari dua angka sebelumnya. (2)
Angka Fibonacci
0, 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, 55, 89, 144, 233, 377, 610, 987, 1597, 2584,
…Angka Fibonacci memiliki satu sifat menarik. Jika Anda membagi satu angka dalam deret tersebut dengan angka sebelumnya, akan Anda dapatkan sebuah angka hasil pembagian yang besarnya sangat mendekati satu sama lain. Nyatanya, angka ini bernilai tetap setelah angka ke-13 dalam deret tersebut. Angka ini dikenal sebagai "golden ratio" atau "rasio emas".
TUBUH MANUSIA DAN RASIO EMAS
RASIO EMAS PADA TUBUH MANUSIA
Hubungan kesesuaian "ideal" yang dikemukakan ada pada berbagai bagian tubuh
manusia rata-rata dan yang mendekati nilai rasio emas dapat dijelaskan dalam
sebuah bagan umum sebagaimana berikut: (3) Nilai perbandingan M/m pada diagram berikut selalu setara dengan rasio emas. M/m = 1,618 Jarak antara ujung jari dan siku / jarak antara pergelangan tangan dan siku, Jarak antara garis bahu dan unjung atas kepala / panjang kepala, Jarak antara pusar dan ujung atas kepala / jarak antara garis bahu dan ujung atas kepala, Jarak antara pusar dan lutut / jarak antara lutut dan telapak kaki.
Tangan Manusia
Angkatlah tangan Anda dari mouse komputer dan lihatlah bentuk jari
telunjuk Anda. Dalam segala kemungkinan akan Anda saksikan rasio emas
padanya.Jari-jemari kita memiliki tiga ruas. Perbandingan ukuran panjang dari dua ruas pertama terhadap ukuran panjang keseluruhan jari tersebut menghasilkan angka rasio emas (kecuali ibu jari). Anda juga dapat melihat bahwa perbandingan ukuran panjang jari tengah terhadap jari kelingking merupakan rasio emas pula. (4) Anda memiliki dua (2) tangan, dan jari-jemari yang ada padanya terdiri dari tiga (3) ruas. Terdapat lima (5) jari pada setiap tangan, dan hanya delapan (8) dari keseluruhan sepuluh jari ini tersambung menurut rasio emas: 2, 3, 5, dan 8 bersesuaian dengan angka-angka pada deret Fibonacci.
Rasio Emas pada Wajah Manusia
Terdapat beberapa rasio emas pada wajah manusia. Akan tetapi Anda tidak
dianjurkan mengambil penggaris dan berusaha mengukur wajah-wajah orang, sebab
hal ini merujuk pada "wajah manusia ideal" yang ditetapkan oleh para ilmuwan dan
seniman.Misalnya, jumlah lebar dua gigi depan pada rahang atas dibagi dengan tingginya menghasilkan rasio emas. Lebar gigi pertama dari tengah dibandingkan gigi kedua juga menghasilkan rasio emas. Semua ini adalah perbandingan ukuran ideal yang mungkin dipertimbangkan oleh seorang dokter. Sejumlah rasio emas lain pada wajah manusia adalah: Panjang wajah / lebar wajah, Jarak antara bibir dan titik di mana kedua alis mata bertemu / panjang hidung, Panjang wajah / jarak antara ujung rahang dan titik di mana kedua alis mata bertemu, Panjang mulut / lebar hidung, Lebar hidung / jarak antara kedua lubang hidung, Jarak antara kedua pupil / jarak antara kedua alis mata.
Rasio Emas pada Paru-Paru
Dalam sebuah penelitian yang dilakukan antara tahun 1985 dan 1987 (5), fisikawan
Amerika B. J. West dan Dr. A. L. Goldberger menemukan keberadaan rasio emas pada
struktur paru-paru. Salah satu ciri jaringan bronkia yang menyusun
paru-paru adalah susunannya yang asimetris. Misalnya, pipa saluran udara yang
bercabang membentuk dua bronkia utama, satu panjang (bronkia kiri) dan yang
kedua pendek (bronkia kanan). Percabangan asimetris ini terus berlanjut ke
percabangan-percabangan bronkia selanjutnya. (6) Telah dipastikan bahwa pada seluruh
percabangan ini perbandingan antara bronkia pendek terhadap bronkia panjang
selalu bernilai 1/1,618.
PERSEGI PANJANG EMAS DAN RANCANGAN PADA SPIRAL
Sebuah persegi panjang yang perbandingan panjang sisi-sisinya sama dengan
rasio emas dikenal sebagai "persegi panjang emas." Sebuah persegi panjang yang
panjang dan lebarnya masing-masing berukuran 1,618 dan 1 satuan panjang adalah
persegi panjang emas. Mari kita letakkan sebuah bujur sangkar di sepanjang sisi
lebar dari persegi panjang ini dan menggambar seperempat lingkaran yang
menghubungkan dua sudut dari bujur sangkar ini. Kemudian, kita gambar satu bujur
sangkar lagi dan seperempat lingkaran pada sisi yang selebihnya dan melakukan
hal demikian pada seluruh persegi panjang yang ada pada persegi panjang utama.
Jika Anda melakukan hal ini, pada akhirnya Anda akan mendapatkan sebuah spiral.
Pakar keindahan asal Inggris William Charlton menjelaskan bagaimana orang-orang menyukai bentuk spiral dan telah menggunakannya selama ribuan tahun. Ia menyatakan bahwa kita menyukai bentuk spiral karena penglihatan kita dapat dengan mudah mengikuti bentuk tersebut. (7) Spiral yang didasarkan pada rasio emas memiliki rancangan paling tak tertandingi yang dapat Anda temukan di alam. Sejumlah contoh pertama yang dapat kita berikan adalah susunan spiral pada bunga matahari dan buah cemara. Ada lagi contoh yang merupakan penciptaan tanpa cela oleh Allah Yang Mahakuasa dan bagaimana Dia menciptakan segala sesuatu dengan ukuran: proses pertumbuhan banyak makhluk hidup berlangsung pula dalam bentuk spiral logaritmik. Bentuk-bentuk lengkung spiral ini senantiasa sama dan bentuk dasarnya tidak pernah berubah berapapun ukurannya. Tidak ada bentuk mana pun dalam matematika yang memiliki sifat ini. (8)
Rancangan pada Kerang Laut
Permukaan bagian dalamnya halus licin, sedangkan di bagian luarnya bergalur. Tubuh moluska berada di dalam cangkang, oleh karena itu permukaan bagian dalamnya haruslah halus licin. Garis pinggiran luar dari cangkang menambah kekokohan cangkang, sehingga meningkatkan kekuatannya. Bentuk-bentuk cangkang membuat orang kagum karena kesempurnaan dan sifat menguntungkan yang dihasilkan proses penciptaannya. Gagasan spiral pada cangkang terwujudkan dalam bentuk geometris sempurna, dalam bentuk rancangan yang sungguh elok dan "tajam". (9)Cangkang-cangkang kebanyakan moluska tumbuh mengikuti bentuk spiral logaritmik. Sungguh tidak ada keraguan bahwa hewan-hewan ini tidak memahami perhitungan matematis paling sederhana sekalipun, apalagi bentuk spiral logaritmik. Jadi bagaimana makhluk-makhluk tersebut dapat mengetahui hal itu sebagai yang terbaik baginya untuk tumbuh? Bagaimana binatang-binatang ini, yang oleh sejumlah ilmuwan digambarkan sebagai makhluk "primitif," tahu bahwa spiral logaritmik adalah bentuk terbaik bagi mereka? Mustahil pertumbuhan semacam ini terjadi tanpa adanya suatu pengetahuan atau kecerdasan. Pengetahuan tersebut ada tapi bukan pada moluska ataupun di alam itu sendiri, meskipun sejumlah ilmuwan menyatakan hal demikian. Sama sekali tidaklah masuk akal untuk berusaha menjelaskan hal tersebut sebagai suatu ketidaksengajaan. Rancangan ini hanya dapat dihasilkan oleh suatu kecerdasan dan pengetahuan mahatinggi, yang merupakan milik Allah Yang Mahakuasa, Pencipta segala sesuatu:
"Pengetahuan Tuhanku meliputi segala sesuatu. Maka apakah kamu
tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) ?" (QS. Al An'aam, 6: 80)
Pertumbuhan mengikuti pola semacam ini digambarkan sebagai "gnomic
growth" (pertumbuhan gnomis) oleh ilmuwan biologi Sir D'Arcy Thompson,
seorang pakar dalam bidang tersebut, yang menyatakan bahwa mustahil membayangkan
adanya sistem lain yang lebih sederhana, selama pertumbuhan cangkang kerang
laut, daripada sistem yang didasarkan pada pelebaran dan pemanjangan yang
terbentuk mengikuti perbandingan yang sama dan tidak berubah. Ia menjelaskan,
cangkang tersebut terus-menerus tumbuh, akan tetapi bentuknya tetap sama. (10) Seseorang dapat menyaksikan salah satu contoh paling bagus dari pertumbuhan semacam ini pada seekor nautilus, yang garis tengahnya hanya beberapa sentimeter. C. Morrison menjelaskan proses pertumbuhan ini, yang sangat sulit untuk dirancang sekalipun dibantu dengan kecerdasan manusia, dengan menyatakan bahwa di sepanjang cangkang nautilus, spiral yang ada di bagian dalam memanjang dan tersusun atas sejumlah bilik yang disekat oleh dinding-dinding yang terbuat dari karang mutiara. Ketika hewan ini tumbuh, ia membentuk satu bilik lagi di mulut cangkang spiral yang berukuran lebih besar daripada bilik sebelumnya, dan bergerak maju memasuki tempat yang lebih besar ini dengan menutup pintu di belakangnya menggunakan selembar sekat karang mutiara. (11) Nama ilmiah dari sejumlah hewan laut lain yang memiliki spiral logaritmik dengan rasio pertumbuhan yang berbeda-beda pada cangkang mereka adalah: Haliotis parvus, Dolium perdix, Murex, Fusus antiquus, Scalari pretiosa, Solarium trochleare. Ammonite, binatang laut punah yang kini ditemukan hanya dalam bentuk fosil, juga memiliki cangkang yang tumbuh mengikuti bentuk spiral logaritmik. Pertumbuhan mengikuti bentuk spiral pada dunia hewan tidak terbatas pada cangkang-cangkang moluska. Binatang-binatang seperti antelop, kambing dan biri-biri menyelesaikan perkembangan tanduk mereka dalam bentuk spiral yang berdasarkan rasio emas. (12)
Rasio Emas pada Organ Pendengaran dan Keseimbangan.
Koklea pada telinga bagian dalam manusia berperan menghantarkan getaran
suara. Struktur bertulang ini, yang berisi cairan, memiliki bentuk spiral
logaritmik dengan sudut tetap =73°43´ yang memiliki rasio emas.
Gading dan Gigi yang Tumbuh Mengikuti Bentuk Spiral
Contoh-contoh lengkungan yang berdasarkan pada spiral logaritmik dapat
disaksikan pada gading gajah dan mammoth (sebangsa gajah purba yang besar
dan berambut) yang kini telah punah, cakar singa, dan paruh burung beo.
Laba-laba eperia senantiasa merajut jaringnya dengan bentuk spiral
logaritmik. Di kalangan mikroorganisme yang dikenal sebagai plankton, tubuh
hewan globigerinae, planorbis, vortex, terebra,
turitellae dan trochida semuanya membentuk spiral.
RASIO EMAS DALAM DUNIA MIKRO
Bentuk-bentuk geometris tidaklah terbatas pada segitiga, bujur sangkar,
segilima atau segienam. Bentuk-bentuk ini juga dapat saling bertemu dalam aneka
cara dan menghasilkan bentuk geometris tiga dimensi yang baru. Kubus dan
piramida adalah contoh pertama yang dapat dikemukakan. Namun, ada pula selain
itu bentuk-bentuk tiga dimensi seperti tetrahedron (dengan empat sisi yang
seragam), oktahedron, dodekahedron dan ikosahedron, yang mungkin tak pernah kita
jumpai dalam kehidupan sehari-hari kita dan yang namanya bahkan mungkin belum
pernah kita dengar. Dodekahedron tersusun atas 12 sisi berbentuk segilima, dan
ikosahedron terdiri dari 20 buah sisi segitiga. Para ilmuwan telah menemukan
bahwa bentuk-bentuk ini secara matematis seluruhnya dapat berubah bentuk dari
satu ke yang lain, dan perubahan ini terjadi dengan rasio yang terkait dengan
rasio emas. Bentuk-bentuk tiga dimensi yang memiliki rasio emas sangatlah umum pada mikroorganisme. Banyak virus berbentuk ikosahedron. Di antara yang terkenal adalah virus Adeno. Cangkang protein dari virus Adeno tersusun atas 252 subunit protein, yang kesemuanya tersusun secara seragam. Sebanyak 12 subunit protein yang terletak pada sudut-sudut ikosahedron tersebut membentuk prisma pentagonal. Bentuk menyerupai batang menonjol keluar dari sudut-sudut ini. Yang pertama menemukan bahwa virus-virus ada dalam bentuk-bentuk yang memiliki rasio emas adalah Aaron Klug dan Donald Caspar dari Birkbeck College di London pada tahun 1950-an. Virus pertama yang mereka pastikan memiliki rasio emas adalah virus polio. Virus Rhino 14 memiliki bentuk yang sama seperti virus polio. Mengapa virus-virus memiliki bentuk-bentuk yang didasarkan pada rasio emas, yakni bentuk-bentuk yang sulit untuk kita bayangkan dalam benak kita sekalipun? A. Klug, yang menemukan bentuk-bentuk ini, memaparkan: Rekan saya Donald Caspar dan saya menunjukkan bahwa rancangan pada virus-virus ini dapat dijelaskan melalui keumuman bentuk simetri ikosahedral yang memungkinkan satuan-satuan pembangunnya yang seragam untuk dipasangkan satu sama lain dalam susunan yang kurang lebih sama, dengan sedikit kelenturan di dalamnya. Kami mengumpulkan seluruh rancangan yang mungkin, yang memiliki kemiripan dengan kubah-kubah geodesik yang dirancang oleh sang arsitek R. Buckminster Fuller. Akan tetapi, kubah-kubah Fuller harus dirakit dengan mengikuti rumus-rumus yang lumayan rumit, sedangkan rancangan pada cangkang virus memungkinkannya terbentuk secara mandiri. (14)Penjelasan Klug sekali lagi menyingkap sebuah kebenaran nyata. Terdapat perencanaan teramat teliti dan perancangan cerdas pada virus sekalipun, wujud yang dianggap para ilmuwan sebagai "salah satu makhluk hidup paling sederhana dan paling kecil." (15) Rancangan ini sangat jauh lebih sempurna dan unggul dibandingkan karya Buckminster Fuller, salah satu arsitek terkemuka di dunia. Dodekahedron dan ikosahedron juga tampak pada rangka silika dari radiolaria, organisme laut bersel satu. Bentuk dan ukuran yang didasarkan pada dua bentuk geometris ini, seperti dodekahedron sama-sisi dengan bagian menyerupai kaki yang menonjol keluar dari masing-masing sudutnya, serta aneka bentuk pada permukaannya memunculkan bentuk-bentuk badan radiolaria dengan keindahan yang beragam. (16) Sebagai contoh dari kelompok organisme ini, yang berukuran kurang dari satu milimeter, dapat kita kemukakan Circigonia icosahedra yang berbentuk ikosahedron dan Circorhegma dodecahedra dengan rangka dodekahedron. (17)
Rasio Emas pada DNA
Molekul yang mengandung informasi tentang seluruh sifat-sifat fisik makhluk
hidup juga telah diciptakan dalam bentuk yang didasarkan pada rasio emas.
Molekul DNA, cetak biru kehidupan, didasarkan pada rasio emas. DNA tersusun atas
dua rantai heliks tegaklurus yang saling berjalinan. Panjang lengkungan pada
setiap rantai heliks ini adalah 34 angstroms dan lebarnya 21 angstroms. (1
angstrom adalah seperseratus juta sentimeter.) 21 dan 34 adalah dua angka
Fibonacci yang berurutan.
RASIO EMAS PADA KRISTAL SALJU
Rasio emas juga mewujud pada struktur kristal. Kebanyakan struktur ini
teramat kecil untuk dapat dilihat dengan mata telanjang. Akan tetapi Anda dapat
menyaksikan rasio emas pada serpihan salju. Ragam bentuk panjang dan pendek yang
beraneka yang membangun bentuk serpihan salju, semuanya menghasilkan rasio emas.
(18)
RASIO EMAS DI RUANG ANGKASA
Di jagat raya terdapat banyak galaksi-galaksi berbentuk pilin (spiral) yang
memiliki rasio emas pada strukturnya.
Rasio Emas dalam Fisika
Anda menjumpai deret dan rasio emas di bidang-bidang yang termasuk dalam
ruang lingkup fisika. Ketika suatu sumber cahaya ditempatkan di atas dua lapisan
kaca yang saling bertumpukan, sebagian dari cahaya itu menembusnya, sebagian
lagi diserap, dan sisanya dipantulkan. Apa yang terjadi adalah "pemantulan
berulang-ulang." Jumlah garis yang dilalui berkas cahaya di dalam kaca sebelum
akhirnya keluar kembali bergantung pada jumlah pemantulan yang dialaminya. Pada
akhirnya, ketika kita menghitung jumlah berkas cahaya yang akhirnya keluar
kembali, kita dapati bahwa jumlah ini bersesuaian dengan angka-angka Fibonacci.
Fakta bahwa banyak sekali struktur benda hidup dan tak hidup yang saling tak terkait di alam namun memiliki bentuk yang mengikuti satu rumus matematis tertentu merupakan salah satu bukti paling nyata bahwa semua ini telah dirancang secara khusus. Rasio emas adalah rumus keindahan yang sangat dikenal dan diterapkan oleh para seniman. Karya-karya seni yang didasarkan pada rasio itu menampilkan kesempurnaan keindahan. Tumbuhan, galaksi, mikroorganisme, kristal dan makhluk hidup yang dirancang menurut acuan yang ditiru oleh para seniman ini semuanya adalah contoh daya cipta mahahebat dari Allah. Allah menyatakan dalam Al Qur'an bahwa Dia telah menciptakan segala sesuatu menurut ukuran. Beberapa ayat ini berbunyi:
… Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap
sesuatu. (QS. At Thalaaq, 65: 3)
| |||||
|
1- Mehmet Suat Bergil, Doðada/Bilimde/Sanatta,
Altýn Oran (The Golden Ratio in Nature/Science/Art), Arkeoloji ve Sanat
Yayinlari, 2nd Edition, 1993, h. 155.
2- Guy Murchie, The Seven Mysteries of Life, First Mariner Boks, New York, h. 58-59. 3- J. Cumming, Nucleus: Architecture and Building Construction, Longman, 1985. 4- Mehmet Suat Bergil, Doðada/Bilimde/Sanatta, Altýn Oran (The Golden Ratio in Nature/Science/Art), Arkeoloji ve Sanat Yayinlari, 2nd Edition, 1993, h. 87. 5- A. L. Goldberger, et al., "Bronchial Asymmetry and Fibonacci Scaling." Experientia, 41 : 1537, 1985. 6- E. R. Weibel, Morphometry of the Human Lung, Academic Press, 1963. 7- William Charlton, Aesthetics: An Introduction, Hutchinson University Library, London, 1970. 8- Mehmet Suat Bergil, Doðada/Bilimde/Sanatta, Altýn Oran (The Golden Ratio in Nature/Science/Art), Arkeoloji ve Sanat Yayinlari, 2nd Edition, 1993, h. 77. 9- "The 'Golden' spirals and 'pentagonal' symmetry in the alive Nature," online at: http://www.goldenmuseum.com/index_engl.html 10- D'Arcy Wentworth Thompson, On Growth and Form, C.U.P., Cambridge, 1961. 11- C. Morrison, Along The Track, Withcombe and Tombs, Melbourne. 12- "The 'Golden' spirals and 'pentagonal' symmetry in the alive Nature," online at: http://www.goldenmuseum.com/index_engl.html 13- J. H. Mogle, et al., "The Stucture and Function of Viruses," Edward Arnold, London, 1978. 14- A. Klug, "Molecules on Grand Scale," New Scientist, 1561:46, 1987. 15- Mehmet Suat Bergil, Doðada/Bilimde/Sanatta, Altýn Oran (The Golden Ratio in Nature/Science/Art), Arkeoloji ve Sanat Yayinlari, 2nd Edition, 1993, h. 82. 16- Mehmet Suat Bergil, Doðada/Bilimde/Sanatta, Altýn Oran (The Golden Ratio in Nature/Science/Art), Arkeoloji ve Sanat Yayinlari, 2nd Edition, 1993, h. 85. 17- For bodies of radiolarians, see H. Weyl, Synnetry, Princeton, 1952. 18- Emre Becer, "Biçimsel Uyumun Matematiksel Kuralý Olarak, Altýn Oran" (The Golden Ratio as a Mathematical Rule of Formal Harmony), Bilim ve Teknik Dergisi (Journal of Science and Technology), January 1991, h.16. 19- V.E. Hoggatt, Jr. and Bicknell-Johnson, Fibonacci Quartley, 17:118, 1979. |
Senin, 22 April 2013
Rumus Keindahan yang Diciptakan di Alam: Rasio Emas
Biomimetika: Mengambil Ilham Dari Desain Makhluk Hidup
Dan sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum daripada apa yang berada dalam perutnya (berupa) susu yang bersih antara tahi dan darah, yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya. (QS. An Nahl, 16:66)Dan sesungguhnya pada binatang-binatang ternak, benar-benar terdapat pelajaran yang penting bagi kamu, Kami memberi minum kamu dari air susu yang ada dalam perutnya, dan (juga) pada binatang-binatang ternak itu terdapat faedah yang banyak untuk kamu, dan sebagian daripadanya kamu makan, dan di atas punggung binatang-binatang ternak itu dan (juga) di atas perahu-perahu kamu diangkut. (QS. Al Mu'minuun, 23:21-22)
Sebelum ilmuwan serta pakar penelitian dan
pengembangan memulai suatu proyek baru, mereka biasanya mencari contoh atau
model pada makhluk hidup, dan meniru sistem dan desain makhluk hidup tersebut.
Dengan kata lain, mereka mengamati dan mempelajari rancangan-rancangan yang
diciptakan di alam oleh Allah, dan, setelah terilhami olehnya, mereka pun lalu
mengembangkan teknologi baru mereka sendiri.
Pendekatan ini telah melahirkan biomimetics
[biomimetika], cabang baru ilmu pengetahuan yang mencoba meniru makhluk
hidup. Baru-baru ini, cabang ilmu pengetahuan ini telah secara luas diterapkan
dalam dunia teknologi. Digunakannya kata “ibratan,” (untuk mengambil
pelajaran dari, nasehat, nilai penting, hal penting, atau
contoh [model]) dalam ayat di atas sangatlah pas dalam kaitan ini.
Biomimetika mengacu pada seluruh bahan, perlengkapan,
cara kerja, dan sistem yang dibuat manusia untuk meniru
sistem yang ada di alam. Masyarakat ilmiah kini merasakan kebutuhan yang sangat
besar terhadap perangkat semacam itu, khususnya dalam bidang nanoteknologi,
teknologi robot, kecerdasan buatan, kedokteran, dan militer.
Biomimikri pertama kali dikemukakan oleh Janine M.
Benyus, seorang penulis dan pengamat ilmiah dari Montana. Gagasan ini kemudian
dikaji oleh oleh banyak orang dan mulai dapat diterapkan dalam sejumlah hal.
Sebagian tanggapan yang dikemukakan berkenaan dengan biomimikri adalah
sebagaimana berikut:
Pokok bahasan tentang "biomimikri" adalah bahwa kita dapat belajar banyak dari dunia makhluk hidup, sebagai acuan, rujukan, dan guru. Apa yang sama-sama dimiliki oleh para peneliti [di bidang] ini adalah pengakuan terhadap desain pada makhluk hidup, dan gagasan yang muncul untuk menerapkannya dalam memecahkan permasalahan umat manusia. 1
David Oakey, perancang strategi produk untuk
Interface Inc., sebuah perusahaan yang menerapkan desain di alam untuk
meningkatkan mutu produk dan produktivitas, mengatakan:
Alam adalah guru saya untuk bisnis dan desain, sebuah panutan cara hidup. Sistem yang dimiliki alam telah bekerja dengan baik selama jutaan tahun… Biomimikri adalah sebuah cara belajar dari alam. 2
Para ilmuwan yang mulai menyukai gagasan yang cepat
menyebar ini mempercepat kajian mereka dengan menggunakan desain yang tak
tertandingi dan tanpa cacat yang dimiliki alam sebagai contoh acuan. Desain ini
memberikan contoh-contoh acuan bagi penelitian teknologi, dikarenakan
produktivitasnya yang maksimal dengan bahan baku dan energi paling sedikit,
serta perawatan mandiri, ramah lingkungan, tanpa suara, menarik dilihat
dari sisi keindahannya, kuat dan awet. Surat kabar The
High Country News menjelaskan biomimetika sebagai "sebuah pergerakan
ilmiah" dan membuat ulasan berikut:
Dengan menggunakan sistem di alam sebagai contoh acuan, kita dapat menciptakan teknologi yang lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan yang digunakan saat ini. 3
Janine M. Benyus, yang percaya bahwa model-model di
alam sepatutnya ditiru, dan memberikan sejumlah contoh berikut dalam bukunya,
Biomimicry: Innovation Inspired by Nature [Biomimikri: Karya Baru yang
Terilhami oleh Alam] (Perennial: 2002):
• Burung kolibri melintasi Teluk Mexico dengan
menghabiskan kurang dari 3 gram (sepersepuluh ounce) bahan bakar,
• Capung mampu bermanuver melebihi helikopter tercanggih kita,
• Sistem pemanas dan pengatur udara di dalam sarang rayap jauh lebih baik dari segi perangkat dan penggunaan energi dibandingkan buatan manusia,
• Pemancar frekuensi tinggi kelelawar bekerja lebih baik dan lebih peka daripada sistem radar kita sendiri,
• Ganggang penghasil cahaya mencampur aneka zat kimia untuk menjadikan tubuh mereka bercahaya,
• Ikan dan katak Kutub Utara membeku padat dan kemudian dapat hidup kembali, karena mampu menjaga organ tubuhnya dari kerusakan akibat proses pembekuan es,
• Bunglon dan gurita dengan cepat mengubah pola dan warna kulit mereka untuk menyelaraskan diri dengan lingkungan sekitar,
• Lebah, penyu, dan burung menentukan arah perjalanan dan menemukan tujuan mereka tanpa peta, dan
• Ikan paus dan penguin menyelam di laut tanpa perangkat penyelaman.
• Capung mampu bermanuver melebihi helikopter tercanggih kita,
• Sistem pemanas dan pengatur udara di dalam sarang rayap jauh lebih baik dari segi perangkat dan penggunaan energi dibandingkan buatan manusia,
• Pemancar frekuensi tinggi kelelawar bekerja lebih baik dan lebih peka daripada sistem radar kita sendiri,
• Ganggang penghasil cahaya mencampur aneka zat kimia untuk menjadikan tubuh mereka bercahaya,
• Ikan dan katak Kutub Utara membeku padat dan kemudian dapat hidup kembali, karena mampu menjaga organ tubuhnya dari kerusakan akibat proses pembekuan es,
• Bunglon dan gurita dengan cepat mengubah pola dan warna kulit mereka untuk menyelaraskan diri dengan lingkungan sekitar,
• Lebah, penyu, dan burung menentukan arah perjalanan dan menemukan tujuan mereka tanpa peta, dan
• Ikan paus dan penguin menyelam di laut tanpa perangkat penyelaman.
Cara kerja dan rancangan makhluk hidup di alam yang
mengagumkan ini, sebagian kecil di antaranya telah kita sebut, berkemungkinan
dikembangkan untuk memperkaya teknologi di beragam banyak bidang. Kemungkinan
pengembangan ini menjadi semakin tampak nyata seiring dengan semakin
bertambahnya perbendaharaan pengetahuan dan sarana teknologi kita.
Seluruh satwa memiliki banyak ciri dan sifat yang
memukau manusia. Sebagian memiliki bentuk hidrodinamik yang sangat baik yang
memungkinkan mereka bergerak di perairan, dan sebagian lagi menggunakan
pengindraan yang terlihat sangat asing bagi kita. Kebanyakan dari ini semua
adalah sifat-sifat yang baru dijumpai pertama kali oleh para peneliti, atau,
lebih tepatnya, yang hanya mereka temukan baru-baru ini saja. Seringkali, para
ilmuwan terkemuka dari bidang-bidang seperti teknologi komputer, teknik mesin,
elektronika, matematika, fisika, kimia, dan biologi sangat dibutuhkan untuk
saling dipertemukan dalam rangka meniru satu sifat saja
dari suatu makhluk hidup.
Para ilmuwan takjub ketika menghadapi kenyataan bahwa
rancang bangun dan sistem tak tertandingi yang mereka temukan seiring dengan
bergantinya hari. Mereka mewujudkan kekaguman ini dan menjadi terilhami untuk
membuat beragam teknologi baru untuk kemaslahatan umat manusia. Sadar bahwa
sistem sempurna dan teknik luar biasa yang sudah ada di alam jauh lebih hebat
daripada pengetahuan dan kecerdasan mereka sendiri, mereka menjadi paham tentang
cara-cara pemecahan yang tak tertandingi terhadap masalah yang telah ada ini dan
kini berpaling kepada penggunaan rancangan-rancangan yang
ada di alam untuk memecahkan permasalahan yang sulit ditangani selama
bertahun-tahun. Alhasil, mereka mungkin akan meraih keberhasilan dalam waktu
sangat singkat. Terlebih lagi, dengan meniru makhuk hidup di alam, para ilmuwan
sangatlah diuntungkan dalam hal waktu dan tenaga, dan juga penggunaan
sumber-sumber bahan yang tepat sasaran.
Kini kita
menyaksikan teknologi yang sedang berkembang, yang sedikit demi sedikit
menemukan keajaiban-keajaiban penciptaan dan menerapkan desain luar biasa yang
dimiliki makhluk hidup, sebagaimana yang terjadi pada biomimetika, untuk
kepentingan umat manusia. Benyus menyatakan bahwa “‘Melakukannya dengan cara
yang ada di alam memiliki potensi untuk mengubah cara kita menanam tanaman
pangan, membuat material, mendapatkan energi, memulihkan kesehatan kita sendiri,
menyimpan informasi, dan melakukan praktek bisnis.” 4 Berikut ini hanyalah sekelumit
dari banyak makalah ilmiah yang telah membahas bidang-bidang
tersebut:
“Science is Imitating Nature" (Ilmu Pengetahuan Meniru Alam), 5
“Life's Lessons in Design" (Pelajaran Desain dari Kehidupan), 6
“Biomimicry: Secrets Hiding in Plain Sight” (Biomimikri: Rahasia yang Bersembunyi di Balik Pandangan Biasa), 7
“Biomimicry: Innovation Inspired by Nature" (Biomimikri: Karya Baru yang Terilhami Makhluk Hidup), 8
“Biomimicry: Genius That Surrounds Us" (Biomimikri: Gagasan Cerdas yang Mengelilingi Kita), 9
“Biomimetics: Creating Materials from Nature's Blueprints" (Biomimetika: Membuat Bahan dari Cetak Biru Alam), 10 dan
“Engineers Ask Nature for Design Advice" (Pakar Teknik Meminta Saran tentang Desain kepada Alam). 11
Di abad ke-19, alam hanya ditiru dalam hal
keindahannya. Seniman dan arsitek di masa itu terpengaruhi
oleh alam dan menggunakan contoh-contoh penampilan luar rancang bangun tersebut
dalam karya-karya mereka. Akan tetapi pemahaman akan rancangan di alam yang luar
biasa dan kemungkinannya untuk dimanfaatkan umat manusia hanya dimulai di abad
ke-20 dengan pengkajian mekanisme alamiah di tingkat molekuler. Para ilmuwan
kini tengah belajar dari makhluk hidup, sebagaimana yang diwahyukan Al Qur'an 1.400 tahun lalu.
1- Frederick
Pratter, “Stories from the Field Offer Clues on Physics and Nature,” Christian
Science Monitor, www.biomimicry.org/reviews_text.html. ![]()
2- “Biomimicry,” www.bfi.org/Trimtab/spring01/biomimicry.htm.![]()
3- Michelle Nijhuis, High Country News, 6 July 1998, vol. 30, no. 13, www.biomimicry.org/reviews_text.html.![]()
4- “Biomimicry Explained: A Conversation with Janine Benyus,” www.biomimicry.org/faq.html.![]()
5- Bilim ve Teknik Dergisi (Journal of Science and Technology) (August 1994): 43.![]()
6- Philip Ball, “Life's lessons in design,” Nature 409 (2001): 413-16, www.nature.com/cgi-taf/DynaPage.taf?file=/nature/journal/v409/n6818/full/409413a0_fs.html&filetype=&_UserReference=C0A804EF465069D8A41132467E093F0EDE99.![]()
7- “Biomimicry: Secrets Hiding in Plain Sight,” NBL (New Bottom Line) 6, no. 22, 17 November 1997, www.natlogic.com/resources/nbl/v06/n22.html.![]()
8- Janine M. Benyus, Biomimicry: Innovation Inspired by Nature (New York: William Morrow and Company, Inc.: 1998), www.biomimicry.org/reviews_text.html.![]()
9- Ed Hunt, “Biomimicry: Genius that Surrounds Us,” Tidepool editor, www.biomimicry.org/reviews_text.html.![]()
10- Robin Eisner, “Biomimetics: Creating Materials from Nature's Blueprints,” The Scientist, 8 July 1991, www.the-scientist.com/yr1991/july/research_910708.html.![]()
11- Jim Robbins, “Engineers Ask Nature for Design Advice,” New York Times, 11 December 2001.![]()
2- “Biomimicry,” www.bfi.org/Trimtab/spring01/biomimicry.htm.
3- Michelle Nijhuis, High Country News, 6 July 1998, vol. 30, no. 13, www.biomimicry.org/reviews_text.html.
4- “Biomimicry Explained: A Conversation with Janine Benyus,” www.biomimicry.org/faq.html.
5- Bilim ve Teknik Dergisi (Journal of Science and Technology) (August 1994): 43.
6- Philip Ball, “Life's lessons in design,” Nature 409 (2001): 413-16, www.nature.com/cgi-taf/DynaPage.taf?file=/nature/journal/v409/n6818/full/409413a0_fs.html&filetype=&_UserReference=C0A804EF465069D8A41132467E093F0EDE99.
7- “Biomimicry: Secrets Hiding in Plain Sight,” NBL (New Bottom Line) 6, no. 22, 17 November 1997, www.natlogic.com/resources/nbl/v06/n22.html.
8- Janine M. Benyus, Biomimicry: Innovation Inspired by Nature (New York: William Morrow and Company, Inc.: 1998), www.biomimicry.org/reviews_text.html.
9- Ed Hunt, “Biomimicry: Genius that Surrounds Us,” Tidepool editor, www.biomimicry.org/reviews_text.html.
10- Robin Eisner, “Biomimetics: Creating Materials from Nature's Blueprints,” The Scientist, 8 July 1991, www.the-scientist.com/yr1991/july/research_910708.html.
11- Jim Robbins, “Engineers Ask Nature for Design Advice,” New York Times, 11 December 2001.
Islam: Agama yang Berkembang Paling Pesat di Eropa
|
Selama 20 tahun terakhir, jumlah kaum
Muslim di dunia telah meningkat secara perlahan. Angka statistik tahun 1973
menunjukkan bahwa jumlah penduduk Muslim dunia adalah 500 juta; sekarang, angka
ini telah mencapai 1,5 miliar. Kini, setiap empat orang salah satunya adalah
Muslim. Bukanlah mustahil bahwa jumlah penduduk Muslim akan terus bertambah dan
Islam akan menjadi agama terbesar di dunia. Peningkatan yang terus-menerus ini
bukan hanya dikarenakan jumlah penduduk yang terus bertambah di negara-negara
Muslim, tapi juga jumlah orang-orang mualaf yang baru memeluk Islam yang terus
meningkat, suatu fenomena yang menonjol, terutama setelah serangan terhadap
World Trade Center pada
tanggal 11 September 2001. Serangan ini, yang dikutuk oleh setiap orang,
terutama umat Muslim, tiba-tiba saja telah mengarahkan perhatian orang
(khususnya warga Amerika) kepada Islam. Orang di Barat berbicara banyak tentang
agama macam apakah Islam itu, apa yang dikatakan Al Qur'an, kewajiban apakah
yang harus dilaksanakan sebagai seorang Muslim, dan bagaimana kaum Muslim
dituntut melaksanakan urusan dalam kehidupannya. Ketertarikan ini secara alamiah
telah mendorong peningkatan jumlah warga dunia yang berpaling kepada Islam.
Demikianlah, perkiraan yang umum terdengar pasca peristiwa 11 September 2001
bahwa "serangan ini akan mengubah alur sejarah dunia", dalam beberapa hal, telah
mulai nampak kebenarannya. Proses kembali kepada nilai-nilai agama dan
spiritual, yang dialami dunia sejak lama, telah menjadi keberpalingan kepada
Islam.
Hal luar biasa yang sesungguhnya
sedang terjadi dapat diamati ketika kita mempelajari perkembangan tentang
kecenderungan ini, yang mulai kita ketahui melalui surat-surat kabar maupun
berita-berita di televisi. Perkembangan ini, yang umumnya dilaporkan sekedar
sebagai sebuah bagian dari pokok bahasan hari itu, sebenarnya adalah petunjuk
sangat penting bahwa nilai-nilai ajaran Islam telah mulai tersebar sangat pesat
di seantero dunia. Di belahan dunia Islam lainnya, Islam berada pada titik
perkembangan pesat di Eropa. Perkembangan ini telah menarik perhatian yang lebih
besar di tahun-tahun belakangan, sebagaimana ditunjukkan oleh banyak tesis,
laporan, dan tulisan seputar "kedudukan kaum Muslim di Eropa" dan "dialog antara
masyarakat Eropa dan umat Muslim." Beriringan dengan berbagai laporan akademis
ini, media massa telah sering menyiarkan berita tentang Islam dan Muslim.
Penyebab ketertarikan ini adalah perkembangan yang terus-menerus mengenai angka
populasi Muslim di Eropa, dan peningkatan ini tidak dapat dianggap hanya
disebabkan oleh imigrasi. Meskipun imigrasi dipastikan memberi pengaruh nyata
pada pertumbuhan populasi umat Islam, namun banyak peneliti mengungkapkan bahwa
permasalahan ini dikarenakan sebab lain: angka perpindahan agama yang tinggi.
Suatu kisah yang ditayangkan NTV News pada tanggal 20 Juni 2004 dengan
judul "Islam adalah agama yang berkembang paling pesat di Eropa" membahas
laporan yang dikeluarkan oleh badan intelejen domestik Prancis. Laporan tersebut
menyatakan bahwa jumlah orang mualaf yang memeluk Islam di negara-negara Barat
semakin terus bertambah, terutama pasca peristiwa serangan 11 September.
Misalnya, jumlah orang mualaf yang memeluk Islam di Prancis meningkat sebanyak
30 hingga 40 ribu di tahun lalu saja.
Gereja Katolik dan Perkembangan
Islam
Gereja Katolik Roma, yang berpusat di
kota Vatican, adalah salah satu lembaga yang mengikuti fenomena tentang
kecenderungan perpindahan agama. Salah satu pokok bahasan dalam pertemuan bulan
Oktober 1999 muktamar gereja Eropa, yang dihadiri oleh hampir seluruh pendeta
Katolik, adalah kedudukan Gereja di milenium baru. Tema utama konferensi
tersebut adalah tentang pertumbuhan pesat agama Islam di Eropa. The National
Catholic Reporter melaporkan sejumlah orang garis keras menyatakan bahwa
satu-satunya cara mencegah kaum Muslim mendapatkan kekuatan di Eropa adalah
dengan berhenti bertoleransi terhadap Islam dan umat Islam; kalangan lain yang
lebih objektif dan rasional menekankan kenyataan bahwa oleh karena kedua agama
percaya pada satu Tuhan, sepatutnya tidak ada celah bagi perselisihan ataupun
persengketaan di antara keduanya. Dalam satu sesi, Uskup Besar Karl Lehmann dari
Jerman menegaskan bahwa terdapat lebih banyak kemajemukan internal dalam Islam
daripada yang diketahui oleh banyak umat Nasrani, dan pernyataan-pernyataan
radikal seputar Islam sesungguhnya tidak memiliki dasar. (1)
Mempertimbangkan kedudukan kaum
Muslim di saat menjelaskan kedudukan Gereja di milenium baru sangatlah tepat,
mengingat pendataan tahun 1999 oleh PBB menunjukkan bahwa antara tahun 1989 dan
1998,
Kesadaran Beragama di Kalangan
Muslim Meningkat di Eropa
Penelitian terkait juga mengungkap
bahwa seiring dengan terus meningkatnya jumlah Muslim di Eropa, terdapat
kesadaran yang semakin besar dalam menjalankan agama di kalangan para mahasiswa.
Menurut survei yang dilakukan oleh surat kabar Prancis Le Monde di bulan
Oktober 2001, dibandingkan data yang dikumpulkan di tahun 1994, banyak kaum
Muslims terus melaksanakan sholat, pergi ke mesjid, dan berpuasa. Kesadaran ini
terlihat lebih menonjol di kalangan mahasiswa universitas.(3)
Dalam sebuah laporan yang didasarkan
pada media masa asing di tahun 1999, majalah Turki Aktüel menyatakan,
para peneliti Barat memperkirakan dalam 50 tahun ke depan Eropa akan menjadi
salah satu pusat utama perkembangan Islam.
Islam adalah Bagian Tak
Terpisahkan dari Eropa
Bersamaan dengan kajian sosiologis
dan demografis ini, kita juga tidak boleh melupakan bahwa Eropa tidak
bersentuhan dengan Islam hanya baru-baru ini saja, akan tetapi Islam
sesungguhnya merupakan bagian tak terpisahkan dari Eropa.
Bersatu pada Pijakan Bersama:
"Monoteisme"
Perkembangan Islam juga tercerminkan
dalam perkembangan dialog antar-agama baru-baru ini. Dialog-dialog ini berawal
dengan pernyataan bahwa tiga agama monoteisme (Islam, Yahudi, dan Nasrani)
memiliki pijakan awal yang sama dan dapat bertemu pada satu titik yang sama.
Dialog-dialog seperti ini telah sangat berhasil dan membuahkan kedekatan
hubungan yang penting, khususnya antara umat Nasrani dan Muslim. Dalam Al
Qur'an, Allah memberitahukan kepada kita bahwa kaum Muslim mengajak kaum Ahli
Kitab (Nasrani dan Yahudi) untuk bersatu pada satu pijakan yang disepakati
bersama:
Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu
kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa
tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu
pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan
selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: "Saksikanlah
bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)." (QS. Ali
'Imran, 3: 64)
Ketiga agama yang meyakini satu Tuhan
tersebut memiliki keyakinan yang sama dan nilai-nilai moral yang sama. Percaya
pada keberadaan dan keesaan Tuhan, malaikat, Nabi, Hari Akhir, Surga dan Neraka,
adalah ajaran pokok keimanan mereka. Di samping itu, pengorbanan diri,
kerendahan hati, cinta, berlapang dada, sikap menghormati, kasih sayang,
kejujuran, menghindar dari berbuat zalim dan tidak adil, serta berperilaku
mengikuti suara hati nurani semuanya adalah sifat-sifat akhak terpuji yang
disepakati bersama. Jadi, karena ketiga agama ini berada pada pijakan yang sama,
mereka wajib bekerja sama untuk menghapuskan permusuhan, peperangan, dan
penderitaan yang diakibatkan oleh ideologi-ideologi antiagama. Ketika dilihat
dari sudut pandang ini, dialog antar-agama memegang peran yang jauh lebih
penting. Sejumlah seminar dan konferensi yang mempertemukan para wakil dari
agama-agama ini, serta pesan perdamaian dan persaudaraan yang dihasilkannya,
terus berlanjut secara berkala sejak pertengahan tahun 1990-an.
Kabar Gembira tentang Datangnya
Zaman Keemasan
Dengan mempertimbangkan semua fakta
yang ada, terungkap bahwa terdapat suatu pergerakan kuat menuju Islam di banyak
negara, dan Islam semakin menjadi pokok bahasan terpenting bagi dunia.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa dunia sedang bergerak menuju zaman yang sama
sekali baru. Yaitu sebuah zaman yang di dalamnya, insya Allah, Islam akan
memperoleh kedudukan penting dan ajaran akhlak Al Qur'an akan tersebar luas.
Penting untuk dipahami, perkembangan yang sangat penting ini telah dikabarkan
dalam Al Qur'an 14 abad yang lalu:
Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut
(ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan
cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai. Dialah yang telah
mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al Qur'an) dan agama yang benar
untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak
menyukai. (QS. At Taubah, 9: 32-33)
Tersebarnya akhlak Islami adalah
salah satu janji Allah kepada orang-orang yang beriman. Selain ayat-ayat ini,
banyak hadits Nabi kita SAW menegaskan bahwa ajaran akhlak Al Qur'an akan
meliputi dunia. Di masa-masa akhir menjelang berakhirnya dunia, umat manusia
akan mengalami sebuah masa di mana kezaliman, ketidakadilan, kepalsuan,
kecurangan, peperangan, permusuhan, persengketaan, dan kebobrokan akhlak
merajalela. Kemudian akan datang Zaman Keemasan, di mana tuntunan akhlak ini
mulai tersebar luas di kalangan manusia bagaikan naiknya gelombang air laut
pasang dan pada akhirnya meliputi seluruh dunia. Sejumlah hadits ini, juga
ulasan para ulama mengenai hadits tersebut, dipaparkan sebagaimana
berikut:
Selama [masa] ini, umatku akan
menjalani kehidupan yang berkecukupan dan terbebas dari rasa was-was yang mereka
belum pernah mengalami hal seperti itu. [Tanah] akan mengeluarkan panennya dan
tidak akan menahan apa pun dan kekayaan di masa itu akan berlimpah. (Sunan Ibnu
Majah)
… Penghuni langit dan bumi akan
ridha. Bumi akan mengeluarkan semua yang tumbuh, dan langit akan menumpahkan
hujan dalam jumlah berlimpah. Disebabkan seluruh kebaikan yang akan Allah
curahkan kepada penduduk bumi, orang-orang yang masih hidup berharap bahwa
mereka yang telah meninggal dunia dapat hidup kembali. (Muhkhtasar Tazkirah
Qurtubi, h. 437)
Bumi akan berubah seperti penampan
perak yang menumbuhkan tumbuh-tumbuhan ... (Sunan Ibnu Majah)
Bumi akan diliputi oleh kesetaraan
dan keadilan sebagaimana sebelumnya yang diliputi oleh penindasan dan kezaliman.
(Abu Dawud)
Keadilan akan demikian jaya
sampai-sampai semua harta yang dirampas akan dikembalikan kepada pemiliknya;
lebih jauh, sesuatu yang menjadi milik orang lain, sekalipun bila terselip di
antara gigi-geligi seseorang, akan dikembalikan kepada pemiliknya… Keamanan
meliputi seluruh Bumi dan bahkan segelintir perempuan bisa menunaikan haji tanpa
diantar laki-laki. (Ibn Hajar al Haitsami: Al Qawlul Mukhtasar fi `Alamatul
Mahdi al Muntazar, h. 23)
Berdasarkan pernyataan-pernyataan di
atas, Zaman Keemasan akan merupakan suatu masa di mana keadilan, kemakmuran,
keberlimpahan, kesejahteraan, rasa aman, perdamaian, dan persaudaraan akan
menguasai kehidupan umat manusia, dan merupakan suatu zaman di mana manusia
merasakan cinta, pengorbanan diri, lapang dada, kasih sayang, dan kesetiaan.
Dalam hadits-haditsnya, Nabi kita SAW mengatakan bahwa masa yang diberkahi ini
akan terjadi melalui perantara Imam Mahdi, yang akan datang di Akhir Zaman untuk
menyelamatkan dunia dari kekacauan, ketidakadilan, dan kehancuran akhlak. Ia
akan memusnahkan paham-paham yang tidak mengenal Tuhan dan menghentikan
kezaliman yang merajalela. Selain itu, ia akan menegakkan agama seperti di masa
Nabi kita SAW, menjadikan tuntunan akhlak Al Qur'an meliputi umat manusia, dan
menegakkan perdamaian dan menebarkan kesejahteraan di seluruh dunia.
Kebangkitan Islam yang sedang dialami
dunia saat ini, serta peran Turki di era baru merupakan tanda-tanda penting
bahwa masa yang dikabarkan dalam Al Qur'an dan dalam hadits Nabi kita sangatlah
dekat. Besar harapan kita bahwa Allah akan memperkenankan kita menyaksikan masa
yang penuh berkah ini.
|
Ledakan Besar "Big Bang" Menggema ke Segenap Penjuru Peta Galaksi
|
Melalui dua proyek besar pemetaan galaksi yang
dilakukan hingga kini, para ilmuwan telah membuat penemuan yang memberikan
dukungan sangat penting bagi teori "Big Bang". Hasil penelitian tersebut
disampaikan pada pertemuan musim dingin American Astronomical
Society.
Luasnya penyebaran galaksi-galaksi dinilai oleh para
astrofisikawan sebagai salah satu warisan terpenting dari
tahap-tahap awal alam semesta yang masih ada hingga saat
ini. Oleh karenanya, adalah mungkin untuk mengacu pada informasi tentang
penyebaran dan letak galaksi-galaksi sebagai "sebuah jendela yang membuka
pengetahuan tentang sejarah alam semesta." Dalam penelitian mereka yang berlangsung beberapa tahun, dua kelompok peneliti yang berbeda, yang terdiri dari ilmuwan Inggris, Australia dan Amerika, berhasil membuat peta tiga dimensi dari sekitar 266.000 galaksi. Para ilmuwan tersebut membandingkan data tentang penyebaran galaksi yang mereka kumpulkan dengan data dari Cosmic Background Radiation [Radiasi Latar Alam Semesta] yang dipancarkan ke segenap penjuru alam semesta, dan membuat penemuan penting berkenaan dengan asal usul galaksi-galaksi. Para peneliti yang mengkaji data tersebut menyimpulkan bahwa galaksi-galaksi terbentuk pada materi yang terbentuk 350.000 tahun setelah peristiwa Big Bang, di mana materi ini saling bertemu dan mengumpul, dan kemudian mendapatkan bentuknya akibat pengaruh gaya gravitasi.
Dalam penelitiannya selama sepuluh tahun, Observatorium Anglo-Australia di negara bagian New South Wales, Australia, menentukan letak 221.000 galaksi di jagat raya dengan menggunakan teknik pemetaan tiga dimensi. Pemetaan ini, yang dilakukan dengan bantuan teleskop bergaris tengah 3,9 meter pada menara observatorium itu, hampir sepuluh kali lebih besar dari penelitian serupa sebelumnya.(1) Di bawah pimpinan Dr. Matthew Colless, kepala observatorium tersebut, kelompok ilmuwan ini pertama-tama menentukan letak dan jarak antar-galaksi. Lalu mereka membuat model penyebaran galaksi-galaksi dan mempelajari variasi-variasi teramat kecil dalam model ini secara amat rinci. Para ilmuwan tersebut mengajukan hasil penelitian mereka untuk diterbitkan dalam jurnal Monthly Notices of the Royal Astronomical Society [Warta Bulanan Masyarakat Astronomi Kerajaan]. Dalam pengkajian serupa yang dilakukan oleh Observatorium Apache Point di New Mexico, Amerika Serikat, letak dari sekitar 46.000 galaksi di wilayah lain dari jagat raya juga dipetakan dengan cara serupa dan penyebarannya diteliti. Penelitian ini, yang menggunakan teleskop Sloan bergaris tengah 2,5 meter, diketuai oleh Daniel Eisenstein dari Universitas Arizona, dan akan diterbitkan dalam Astrophysical Journal [Jurnal Astrofisika]. (2) Hasil yang dicapai oleh dua kelompok peneliti ini diumumkan dalam pertemuan musim dingin American Astronomical Society [Masyarakat Astronomi Amerika] di San Diego, California, Amerika Serikat pada tanggal 11 Januari 2005.
Bukti Penting Yang Semakin
Mengukuhkan Big Bang
Data yang diperoleh dari hasil kerja
panjang dan teliti membenarkan sejumlah perkiraan yang dibuat puluhan tahun
silam di bidang astronomi tentang asal usul galaksi. Di tahun 1960-an, para
perumus teori memperkirakan bahwa galaksi-galaksi mungkin mulai terbentuk di
wilayah-wilayah di mana materi berkumpul dengan kerapatan yang sedikit lebih
besar segera setelah peristiwa Big Bang. Jika perkiraan ini benar, maka
cikal bakal galaksi-galaksi itu seharusnya dapat teramati dalam bentuk fluktuasi
sangat kecil pada tingkat panas di sisa-sisa radiasi dari Big Bang dan
dikenal sebagai Radiasi Latar Alam Semesta.Radiasi Latar Alam Semesta adalah radiasi panas yang baru mulai dipancarkan 350.000 tahun setelah peristiwa Big Bang. Radiasi ini, yang dipancarkan ke segenap penjuru di alam semesta, menampilkan potret sekilas dari jagat raya berusia 350.000 tahun, dan dapat dipandang sebagai fosil [sisa-sisa peninggalannya] di masa kini. Radiasi ini, yang pertama kali ditemukan pada tahun 1965, diakui sebagai bukti mutlak bagi Big Bang yang disertai berbagai pengkajian dan pengamatan, dan diteliti secara sangat mendalam. Data yang diperoleh dari satelit COBE (Cosmic Background Explorer [Penjelajah Latar Alam Semesta]) pada tahun 1992 membenarkan perkiraan yang dibuat di tahun 1960-an dan mengungkap bahwa terdapat gelombang-gelombang kecil pada Radiasi Latar Alam Semesta.(3) Meskipun ketika itu sebagian keterkaitan antara gelombang kecil tersebut dengan pembentukan galaksi telah ditentukan, hubungan ini saat itu belum dapat diperlihatkan secara pasti hingga baru-baru ini. Namun, kaitan penting itu telah berhasil dirangkai dalam sejumlah pengkajian terakhir. Kelompok Colless dan kelompok Eisenstein telah menemukan kesesuaian antara gelombang-gelombang kecil yang terlihat pada Radiasi Latar Alam Semesta dan yang teramati pada jarak antar-galaksi. Dengan demikian telah dibuktikan secara pasti bahwa cikal bakal galaksi terbentuk di tempat-tempat di mana materi yang muncul 350.000 tahun menyusul peristiwa Big Bang saling berkumpul dengan kerapatan yang sedikit lebih besar. Dalam jumpa pers mengenai pokok bahasan tersebut, Dr. Eisenstein mengatakan bahwa pola tersebarnya galaksi-galaksi di segenap penjuru langit bersesuaian dengan gelombang suara yang memunculkan pola penyebaran itu. Para peneliti berpendapat bahwa gravitasi mempengaruhi gelombang dan mengarahkan bentuk galaksi. Eisenstein membuat pernyataan berikut: "Kami menganggap hal ini sebagai bukti kuat bahwa gravitasi telah memainkan peran utama dalam membentuk cikal bakal [galaksi] di dalam latar gelombang mikro (yang tersisa dari peristiwa Big Bang) menjadi galaksi-galaksi dan kelompok-kelompok galaksi yang kita saksikan di sekeliling kita." (4)Dalam sebuah pernyataan kepada lembaga pemberitaan AAP, Russell Cannon, dari kelompok peneliti yang lainnya, mengatakan bahwa penemuan-penemuan tersebut memiliki nilai teramat penting, dan merangkum hasil penting penelitian itu dalam uraian berikut: "Apa yang telah kami lakukan memperlihatkan pola galaksi-galaksi, penyebaran galaksi-galaksi yang kita saksikan di sini dan saat ini, sepenuhnya cocok dengan pola lain yang terlihat pada sisa-sisa peninggalan peristiwa Big Bang…" (5)Sejumlah penemuan juga diperoleh dari pengkajian tentang kadar materi dan energi yang membentuk alam semesta, serta bentuk geometris alam semesta. Menurut data ini, alam semesta terdiri dari 4% materi biasa, 25% materi gelap (yakni materi yang tidak dapat diamati tapi ada secara perhitungan), dan sisanya energi gelap (yakni energi misterius [yang tidak diketahui keberadaannya] yang menyebabkan alam semesta mengembang dengan kecepatan lebih besar dari yang diperkirakan). Sedangkan bentuk geometris alam semesta adalah datar.
Dukungan bagi Big Bang
"Kita telah mengetahui sejak lama bahwa teori terbaik bagi [asal usul] alam semesta adalah Big Bang -- bahwa alam semesta terbentuk melalui suatu ledakan raksasa pada satu ruang teramat kecil dan sejak itu mengembang secara terus-menerus." (6)Dalam sebuah ulasan tentang penelitian tersebut, Sir Martin Rees, ahli astronomi terkenal dari Universitas Cambridge, mengatakan bahwa meskipun menggunakan teknik-teknik statistik dan pengamatan yang berbeda, kelompok-kelompok tersebut telah sampai pada satu kesimpulan yang sama, dan ia menganggap hal ini sebagai sebuah petunjuk akan kebenaran hasilnya. (7) Physicsweb.org, salah satu situs ilmu-ilmu fisika terpenting di Internet, memberi tanggapan bahwa pengkajian-pengkajian tersebut "memberikan bukti lebih lanjut bagi teori dasar Big Bang dengan tambahan model pengembangan alam semesta." (8) Berkat ilmu pengetahuan modern yang memungkinkan pengamatan radiasi latar alam semesta dan benda-benda langit, para ilmuwan memperoleh pemahaman bahwa alam semesta memiliki suatu permulaan (Big Bang) dan kemudian mengalami perluasan (Pengembangan). Akan tetapi, pengetahuan mendasar ini sama sekali bukanlah hal baru bagi umat manusia. Di dalam Al Qur'an semenjak 1.400 tahun terakhir umat manusia telah mengetahui dua fakta ini, yang hanya mampu diketahui para ilmuwan di dalam mahaluasnya ruang angkasa di abad ke-20.
Dua Informasi Penting
mengenai Model Baku Pembentukan Alam Semesta disebutkan di dalam Al Qur'an
Di dalam Al Qur'an, dan di dalam Taurat dan Injil yang
isinya telah mengalami perubahan setelah diwahyukannya, Allah telah mewahyukan
bahwa alam semesta dan seluruh materi diciptakan dari
ketiadaan; di dalam Al Qur'an, satu-satunya naskah yang
belum mengalami perubahan, Dia memfirmankan satu rahasia menakjubkan yang lain:
alam semesta tengah mengalami pengembangan.Pembentukan alam semesta menjadi "ada" dari "ketiadaan" diberitakan di dalam Al Qur'an sebagaimana berikut:
Dia Pencipta langit dan bumi. (QS. Al
An'aam, 6:101)
Mengembangnya alam semesta, salah satu di antara bidang-bidang utama
penelitian ilmu pengetahuan modern, diwahyukan dalam ayat ini:
Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan
sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya. (QS. Adz
Dzaariyaat, 51:47)
Sebagaimana telah kita pahami, dua bagian penting dari penjelasan yang
menjadi rujukan tentang asal usul alam semesta, yakni Big
Bang dan Mengembangnya alam semesta, diberitakan dalam Al Qur'an di masa ketika sarana pengamatan astronomi masih sangat
terbatas. Hal ini memperlihatkan bukti nyata bahwa Al Qur'an
telah diwahyukan oleh Allah. Penemuan-penemuan ilmu
pengetahuan terkini sepenuhnya cocok dengan apa yang diberitakan di dalam Al
Qur'an, dan pengkajian-pengkajian terakhir ini sekali lagi
mengarahkan perhatian kepada kesesuaian yang erat ini.
1- "Galaxy patterns reveal missing link to
Big Bang," January 12, 2005, online at:
http://info.anu.edu.au/mac/Media/Media_Releases/_2005/_January/_120105redshift.asp
2- "Detection of the Baryon Acoustic Peak in the Large-Scale Correlation Function of SDSS Luminous Red Galaxies", submitted to Astrophysical Journal on December 31st, 2004. See. Sloan Digital Sky Survey, "THE COSMIC YARDSTICK--Sloan Digital Sky Survey astronomers measure role of dark matter, dark energy and gravity in the distribution of galaxies," January 11, 2005, online at: http://www.sdss.org/news/releases/20050111.yardstick.html 3- "Galaxy patterns reveal missing link to Big Bang", January 12, 2005 4- Deborah Zabarenko, "'Cosmological ruler' helps measure the universe," January 11, 2005, online at: http://www.reuters.com/newsArticle.jhtml?type=scienceNews&storyID=7297222 5- "Scientists Score Galaxy Breakthrough," AAP, January 13, 2005, online at: http://www.macnewsworld.com/story/Scientists-Score-Galaxy-Breakthrough-39646.html 6- "Scientists Score Galaxy Breakthrough", AAP. 7- Maggie McKee, "Big bang sound waves explain galaxy clustering," NewScientist.com News Service, January 12, 2005, online at: http://www.newscientist.com/article.ns?id=dn6871; Mark Peplow, "Echoes of Big Bang found in galaxies," News@nature.com, January 12, 2005, online at: http://www.nature.com/news/2005/050110/full/050110-8.html 8- "Galaxy surveys put cosmology on sound footing," January 12, 2005, online at: http://physicsweb.org/articles/news/9/1/7/1 |
Bagaimana doa dapat mempercepat kesembuhan pasien
Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina". (QS. Al Mu'min, 40:60)Menurut Al Qur'an, doa, yang berarti "seruan, menyampaikan ungkapan, permintaan, permohonan pertolongan," adalah berpalingnya seseorang dengan tulus ikhlas kepada Allah, dan memohon pertolongan dari-Nya, Yang Mahakuasa, Maha Pengasih dan Penyayang, dengan kesadaran bahwa dirinya adalah wujud yang memiliki kebergantungan. Penyakit adalah salah satu dari contoh tersebut yang dengannya manusia paling merasakan kebergantungan ini dan lebih mendekatkan diri kepada Allah. Tambahan lagi, penyakit adalah sebuah ujian, yang direncanakan menurut Hikmah Allah, yang terjadi dengan Kehendak-Nya, dan sebagai peringatan bagi manusia akan kefanaan dan ketidaksempurnaan kehidupan ini, dan juga sebagai sumber pahala di Akhirat atas kesabaran dan ketaatan karenanya.
Sebaliknya mereka yang tidak memiliki iman, meyakini bahwa jalan kesembuhan adalah melalui dokter, obat atau kemampuan teknologi mutakhir dari ilmu pengetahuan modern. Mereka tidak pernah berhenti untuk merenung bahwa Allah-lah yang menyebabkan keseluruhan perangkat tubuh mereka untuk bekerja di saat mereka sedang sehat, atau Dialah yang menciptakan obat yang membantu penyembuhan dan para dokter ketika mereka sakit. Banyak orang hanya kembali menghadap kepada Allah di saat mereka sadar bahwa para dokter dan obat-obatan tidak memiliki kesanggupan. Orang-orang yang berada pada keadaan tersebut memohon pertolongan hanya kepada Allah, setelah menyadari bahwa hanya Dialah yang dapat membebaskan mereka dari kesulitan. Allah telah menyatakan pola pikir ini dalam sebuah ayat:
Padahal sesungguhnya, sekalipun dalam keadaan sehat, atau tanpa cobaan atau kesulitan lain, seseorang wajib berdoa dan bersyukur kepada Allah atas segala kenikmatan, kesehatan dan seluruh karunia yang telah Dia berikan.Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu daripadanya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Begitulah orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan. (QS, Yunus, 10:12)
Inilah satu sisi paling penting dari doa: Di samping berdoa dengan lisan menggunakan suara, penting pula bagi seseorang melakukan segala upaya untuk berdoa melalui perilakunya. Berdoa dengan perilaku bermakna melakukan segala sesuatu yang mungkin untuk mencapai harapan tertentu. Misalnya, di samping berdoa, seseorang yang sakit sepatutnya juga pergi ke dokter ahli, menggunakan obat-obatan yang berkhasiat, dan menjalani perawatan rumah sakit jika perlu, atau perawatan khusus dalam bentuk lain. Sebab, Allah mengaitkan segala sesuatu yang terjadi di dunia ini pada sebab-sebab tertentu. Segala sesuatu di dunia dan di alam semesta terjadi mengikuti sebab-sebab ini. Oleh karena itu, seseorang haruslah melakukan segala hal yang diperlukan dalam kerangka sebab-sebab ini, sembari berharap hasilnya dari Allah, dengan kerendahan diri, berserah diri dan bersabar, dengan menyadari bahwa Dialah yang menentukan hasilnya.
Pengaruh menguntungkan dari keimanan dan doa bagi orang sakit, dan bagaimana hal ini dapat mempercepat penyembuhan adalah sesuatu yang telah menarik perhatian dari dan dianjurkan oleh para dokter. Dengan judul "God and Health: Is Religion Good Medicine? Why Science Is Starting to Believe" [Tuhan dan Kesehatan: Apakah Agama Adalah Obat Yang Baik? Mengapa Ilmu Pengetahuan Mulai Percaya], majalah terkenal Newsweek terbitan tanggal 10 November 2003 mengangkat pengaruh agama dalam penyembuhan penyakit sebagai bahasan utamanya. Majalah tersebut melaporkan bahwa keimanan kepada Tuhan meningkatkan harapan pasien dan membantu pemulihan mereka dengan mudah, dan bahwa ilmu pengetahuan mulai meyakini bahwa pasien dengan keimanan agama akan pulih lebih cepat dan lebih mudah. Menurut pendataan oleh Newsweek, 72% masyarakat Amerika mengatakan mereka percaya bahwa berdoa dapat menyembuhkan seseorang dan berdoa membantu kesembuhan. Penelitian di Inggris dan Amerika Serikat juga telah menyimpulkan bahwa doa dapat mengurangi gejala-gejala penyakit pada pasien dan mempercepat proses penyembuhannya.
Menurut penelitian yang dilakukan di Universitas Michigan, depresi dan stres teramati pada orang-orang yang taat beragama dengan tingkat rendah. Dan, menurut penemuan di Universitas Rush di Chicago, tingkat kematian dini di kalangan orang-orang yang beribadah dan berdoa secara teratur adalah sekitar 25% lebih rendah dibandingkan pada mereka yang tidak memiliki keyakinan agama. Penelitian lain yang dilakukan terhadap 750 orang, yang menjalani pemeriksaan angiocardiography [jantung dan pembuluh darah], membuktikan secara ilmiah "kekuatan penyembuhan dari doa." Telah diakui bahwa tingkat kematian di kalangan pasien penyakit jantung yang berdoa menurun 30% dalam satu tahun pasca operasi yang mereka jalani.
Sejumlah contoh doa yang disebutkan dalam Al Qur'an adalah:
Sebagaimana telah disebutkan, doa tidak semestinya hanya dilakukan untuk menghilangkan penyakit, atau kesulitan-kesulitan duniawi lainnya. Orang beriman yang sejati haruslah senantiasa berdoa kepada Allah dan menerima apa pun yang datang dari-Nya. Kenyataan bahwa sejumlah manfaat doa yang diwahyukan di dalam banyak ayat Al Qur'an kini sedang diakui kebenarannya secara ilmiah, sekali lagi mengungkapkan keajaiban yang dimiliki Al Qur'an.Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya: "(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang". Maka Kamipun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah. (QS. Al Anbiyaa', 21:83-84)Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: "Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim." Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari pada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman. (QS. Al Anbiyaa', 21:87-88)Dan (ingatlah kisah) Zakaria, tatkala ia menyeru Tuhannya: "Ya Tuhanku janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah Waris Yang Paling Baik. Maka Kami memperkenankan doanya, dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya dan Kami jadikan isterinya dapat mengandung. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu' kepada Kami. (QS. Al Anbiyaa', 21:89-90)Sesungguhnya Nuh telah menyeru Kami: maka sesungguhnya sebaik-baik yang memperkenankan (adalah Kami). (QS. Ash Shaaffaat, 37:75)
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (QS. Al Baqarah, 2:186)
Sistem Pemandu Arah secara Magnetis pada Merpati
Penelitian baru-baru ini telah memperkuat dukungan bagi teori
yang menyatakan bahwa burung merpati menggunakan medan magnet bumi untuk memandu
arah terbang mereka.
Sejak zaman dahulu manusia telah menggunakan merpati untuk mengirimkan berita
kepada para penerimanya di tempat yang jauh. Misalnya, di Baghdad pada tahun
1150 terdapat bukti bahwa burung merpati telah dimanfaatkan untuk mengirimkan
berita. Pada tahun 1850, Paul Reuter, pendiri kantor berita terkenal di dunia,
Reuters, mengirimkan berita dan harga-harga barang di pusat perniagaan antara
ibukota Belgia, Brussels, dan kota Aachen di Jerman dengan menggunakan armada
penerbangan yang beranggotakan 45 ekor merpati. Merpati mampu terbang melampaui jarak yang sangat jauh. Jarak terjauh seekor merpati yang berhasil kembali lagi ke rumahnya yang pernah tercatat adalah 1689 mil (sekitar 2.719 km).
Hingga kini, pertanyaan tentang bagaimana merpati, yang dikenal dengan nama ilmiah Columba livia, mampu menentukan letak rumahnya masih merupakan sebuah teka teki. Di antara penjelasan yang mungkin, yang paling banyak dipercayai adalah keberadaan indra penciuman yang sangat tajam dan kemampuan merasakan medan magnet. Setelah penelitian selama puluhan tahun, para ilmuwan telah mengungkap bahwa merpati benar-benar memiliki kemampuan merasakan medan magnet.
Cordula Mora, pakar biologi di Universitas North Carolina di Chapel Hill, dan rekan-rekan kerjanya menempatkan sejumlah merpati di sebuah terowongan yang terbuat dari kayu. Ketika kumparan magnetik di permukaan luar terowongan tersebut dinyalakan, medan magnet dengan kekuatan paling besar terbentuk di bagian tengah di dalam terowongan tersebut. Mora melatih empat ekor merpati agar terbang ke arah salah satu ujung terowongan ketika medan magnet di dalam terowongan dalam keadaan tak terusik, dan ke arah ujung lainnya ketika kumparan magnetik dinyalakan. Selanjutnya, kemampuan merpati mengenali medan magnet tersebut pun diukur. Merpati-merpati ini terbang ke arah yang tepat dengan tingkat keberhasilan 55% hingga 65% dari 24 kali percobaan yang dilakukan untuk tujuan tersebut.
Para peneliti sebelumnya telah menemukan butiran-butiran magnetik pada paruh merpati. Untuk menguji benar tidaknya bagian paruh merupakan pusat pengindra magnetik burung tersebut, Mora menempelkan magnet kecil pada paruh tiap-tiap burung yang akan melemahkan kemampuannya dalam mengenali medan magnet. Hasilnya, terjadi penurunan yang nyata pada kemampuan mengindra medan magnet. Tingkat keberhasilannya menurun hingga di bawah 50%. Akan tetapi, sang burung mampu mengatasi gangguan yang diakibatkan oleh magnet, dan seiring dengan hal tersebut, teramati bahwa tingkat keberhasilan ini meningkat kembali.
Seekor merpati yang digunakan dalam percobaan, dengan magnet yang diletakkan pada paruhnya. |
Penemuan-penemuan ini memperkuat teori yang menyatakan bahwa merpati memandu arah terbangnya menggunakan medan magnet yang melingkupi bumi.
Telah diketahui bahwa burung-burung yang bermigrasi memanfaatkan benda-benda yang dapat dilihatnya seperti matahari, bulan, bintang, serta mampu merekam dalam otaknya bagian-bagian permukaan bumi yang memiliki ciri khusus. Mora kini menambahkan medan magnet bumi ke dalam daftar ini, dan menyatakan bahwa hal tersebut berperan pula bagi penentuan arah secara tepat. Ia mengatakan:
"Setiap titik di bumi memiliki sebuah perpaduan khas antara daya magnetik dan kemiringan magnetik. Hal ini membantu merpati mengetahui letak keberadaannya dari tempat yang ia tuju."
Para peneliti lain juga menafsirkan penemuan ini sebagai sebuah kemajuan besar dalam memahami sistem pengindraan pada merpati. Selain itu, sistem penentuan letak secara magnetik yang diperjelas oleh penemuan paling mutakhir ini juga bersesuaian dengan sebuah sistem yang didasarkan pada teknologi canggih.
SISTEM PENENTUAN LETAK DI BUMI (The Global Positioning System)
GPS, sistem penentuan letak yang peka, didasarkan pada teknologi mutakhir dan merupakan sebuah hasil karya rancangan cerdas. |
Trilaterasi adalah sebuah cara menentukan letak relatif suatu benda dengan menggunakan geometri. Perhitungan ini, yang dilakukan dengan bantuan geometri lingkaran, memerlukan setidaknya tiga titik acuan. Penjelasan yang mendasari perhitungan ini dapat dipahami secara mudah melalui bagan di bawah ini:
KEMIRIPAN YANG LUAR BIASA
Sejumlah kemiripan dalam hal cara kerja dapat ditemukan antara sistem GPS dan
sistem penentuan letak secara magnetik yang dimiliki oleh merpati. Keduanya
memiliki sarana yang memungkinkan pengiriman data tentang letak pada permukaan
bumi. Pada GPS, data dari satelit diteruskan melalui atmosfer, sebaliknya pada
merpati fungsi tersebut diyakini diperankan oleh medan magnet bumi. Keduanya
memiliki sistem yang dapat menangkap dan mengenali data-data (sinyal-sinyal)
yang datang dari luar ini; yaitu panel-panel pada satelit dan sel-sel yang
mengandung butiran-butiran magnetik pada paruh merpati. Sistem yang menafsirkan
data-data ini juga terdapat pada keduanya. Pada GPS pengukuran geometris
dilakukan oleh komputer dan perangkat digital lainnya (sebagaimana pada teknik
trilaterasi yang dipaparkan di atas), sedangkan pada merpati otak melakukan
tugas menafsirkan sinyal-sinyal yang diteruskan organ pengindra kepadanya.Selain itu kini banyak perusahaan penerbangan memasang GPS pada pesawat-pesawat mereka, dengan menyatukan perangkat tersebut pada sistem pengendali penerbangan mereka. Fakta bahwa sel-sel merpati yang mengandung butiran-butiran magnetik telah ditempatkan pada paruhnya, sebagaimana sistem penerbangan elektronik yang ditempatkan pada hidung pesawat, merupakan sebuah kemiripan yang sangat penting.
Sama sekali tidak ada keraguan bahwa sistem GPS dan seluruh satelitnya dan sistem pengendali di bumi telah dirancang secara khusus. Sistem ini tersusun atas bagian-bagian yang dirancang dan dipersiapkan untuk melakukan tugas khusus dan membentuk keseluruhan sistem tersebut. Perangkat-perangkat elektronik yang banyak pada satelit dan berbagai sistem pengendali bekerja secara bersama secara selaras untuk tujuan yang satu ini.
Sistem penentuan letak pada merpati juga mencerminkan petunjuk nyata adanya perancangan semacam itu. Sel-sel yang berisi butiran-butiran magnetik yang memungkinkan adanya hubungan dengan medan magnet bumi, saraf-saraf yang meneruskan data yang ditangkap oleh sel-sel tersebut, dan otak yang menafsirkan semua data tersebut, bekerja bersama dalam keselarasan sempurna. Berkat semua hal inilah sang burung mampu menentukan secara tepat letak rumahnya yang berjarak ribuan kilometer dari tempat ia berada dengan perhitungan yang benar-benar cermat. Ini benar-benar merupakan keahlian sempurna, sebab jika dilihat dari jarak ribuan kilometer yang ditempuh oleh merpati, rumahnya tidaklah lebih dari sebuah titik yang teramat kecil.
Akan tetapi, bagaimanakah sistem yang memungkinkan penentukan letak secara luar biasa semacam ini dapat terbentuk? Mungkinkah serangkaian peristiwa kebetulan, tanpa suatu kesengajaan, telah memunculkan keberadaan merpati dengan rancangannya yang sempurna, melengkapinya dengan sistem kerja tubuh yang sempurna, memasang sel-sel yang berisi butiran-butiran magnetik pada paruhnya, dan akhirnya membentuk sistem pengindraan tanpa cacat? Sudah pasti tidak.
Seluruh seluk beluk pada GPS adalah bukti yang tidak diragukan lagi bahwa GPS telah dirancang oleh para insinyur. Demikian pula, sebuah sistem yang memperlihatkan seluk beluk rancangan yang sama pastilah pula telah dirancang, dengan kata lain telah diciptakan. Tidak ada keraguan bahwa Allah Yang Mahakuasa, Tuhan seluruh alam, adalah Pencipta yang menjadikan merpati ada dengan kekuasaan dan pengetahuanNya yang tak terbatas, dan memberi merpati sistem yang memungkinkannya menentukan letak sebuah titik dari jarak ribuan kilometer dengan kecermatan sangat tinggi. Allah mengungkapkan hal berikut ini dalam Al Qur'an:
Yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu bagiNya dalam kekuasaan(Nya), dan dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya (QS. Al Furqaan, 25:2)
Kathleen Wong, "A Magnetic Attraction to Home," http://sciencenow.sciencemag.org/cgi/content/full/2004/1124/3
James Owen, "Magnetic Beaks Help Birds Navigate, Study Says," http://news.nationalgeographic.com/news/2004/11/1124_041124_magnetic_birds.html
Langganan:
Postingan (Atom)